Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

MOHON MELAPORKAN KEPADA KJRI APABILA MENDAPATKAN KEWARGANEGARAAN ASING     |       SILAHKAN CEK NAMA ANDA UNTUK PEMILU 2014     |       Selamat datang di website KJRI Toronto     |       Kunjungi Website Portal Deplu     |       

Pidato

SAMBUTAN PERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA TAHUN 2010

Rabu, 15 Desember 2010

SAMBUTAN ACTING KONSUL JENDERAL R.I.

DALAM RANGKA

PERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA

Tanggal 01 Oktober 2010

 

 

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarrakaatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

 

Saudara-saudara peserta upacara yang saya hormati,

 

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan hidayahNya maka pada hari ini kita dapat berkumpul di sini, dalam rangka mengikuti upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2010.

 

Seperti kita ketahui bersama, bahwa Pancasila telah ditetapkan sebagai dasar negara Republik Indonesia sejak proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945. Pancasila yang telah menjadi dasar pengelolaan kehidupan berbangsa dan bernegara telah mengalami ujian berat pada tahun 1965, dimana ada pihak-pihak yang akan menggantikan Pancasila dengan idiologi lain.

 

Kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila, dengan maksud untuk terus menggugah dan menggelorakan semangat nasionalisme dan jiwa patriotisme dalam memegang teguh Pancasila sebagai dasar negara agar tetap hidup dan terjaga dalam hati sanubari kita masing-masing.

 

            Oleh karena itu, pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini, kita mengambil tema ”Melalui Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Kita Perkokoh Jati Diri dan Karakter Bangsa”.

 

Saudara-saudara sekalian,

 

Dewasa ini kita sedang berada di tengah era baru, yang disebut era reformasi, bahkan sekarang telah masuk pada tahap reformasi gelombang kedua. Kondisi bangsa kita di era reformasi ini, antara lain ditandai dengan berbagai fenomena dalam kehidupan bernegara di dalam negeri, yang mengemuka sebagai suatu tantangan.

 

Pada saat yang bersamaan, dalam kehidupan antar bangsa, kita juga dihadapkan pada suatu era yang lebih besar, lebih kompleks dan lebih luas tantangannya yaitu era globalisasi. Di dalam era ini, arus informasi mengalir secara deras tanpa bisa dibendung dan membawa pengaruh luar biasa pada sendi-sendi kehidupan bangsa.

 

Harus diakui bahwa tantangan-tantangan dari kedua era tersebut semakin lama tidaklah semakin ringan, akan tetapi justru berkembang menjadi semakin kompleks dan semakin beragam. Senang atau tidak, tantangan-tantangan tersebut harus kita hadapi dan kita harus mampu mengubahnya menjadi peluang yang menguntungkan. Agar bangsa Indonesia mampu menghadapi tantangan-tantangan baik dalam reformasi maupun globalisasi, maka diperlukan adanya suatu kekuatan yang tangguh dari bangsa itu sendiri. Suatu kekuatan yang tangguh hanya bisa dibentuk apabila bangsa itu mempunyai jati diri dan karakter yang kuat agar tidak terombang-ambing oleh dinamika kehidupan yang dihadapi.  

 

Saudara-saudara sekalian

 

Jatidiri dan Karakter Bangsa merupakan suatu hal yang unik dan khas, yang menjadi unsur pembeda antara bangsa itu dengan bangsa lainnya. Jatidiri dan Karakter bangsa memiliki peran penting dalam menentukan kekuatan dan kemampuan bangsa untuk mencapai tujuan pembangunan, sehingga merupakan unsur penting bagi penyelenggaraan kehidupan berbangsa.

 

Jatidiri dan Karakter ini terbentuk berdasar pengalaman sejarah budaya bangsa yang tumbuh dan berkembang bersama dengan tumbuh kembangnya bangsa. Karakter bangsa berisi nilai-ilai yang menyebabkan utuh dan bersatunya bangsa. Nilai tersebut berkembang dari rasa peduli terhadap bangsanya, merasa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari bangsanya, bangga terhadap bangsanya, setia dan cinta terhadap bangsanya, yang bermuara pada siap berkorban demi bangsanya. Dengan bersendi pada nilai-nilai tersebut warga bangsa tidak rela bila bangsanya dicela dan dihujat apalagi dipermalukan.

 

Saudara-saudara peserta upacara yang saya hormati,

 

Sengaja masalah jatidiri dan karakter bangsa ini kita tekankan dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini, karena hanya warga bangsa yang memiliki jatidiri dan karakter yang kuat yang akan mampu melanjutkan serta meneruskan cita-cita para tokoh pendiri bangsa. Oleh akrena itu, di tengah gelombang era reformasi dan globalisasi ini, saya ingin mengajak untuk terus menanamkan dan menerapkan nilai-nilai jatidiri dan karakter bangsa secara sungguh-sungguh dengan hati yang ikhlas. Dengan demikian maka jatidiri dan karakter bangsa akan dapat kita jadikan pondasi yang kuat dalam membangun bangsa ini serta menjadikan landasan kita dalam menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa  yang akan dihadapi.

 

Jatidiri dan karakter bangsa Indonesia telah jelas termaktup dalam prinsip-prinsip dasar kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana dituangkan dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

 

Mari kita tunjukkan melalui sikap dan perbuatan kita, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang toleran, bangsa yang menghargai dan menghormati manusia sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, sebagai bangsa yang cinta damai sekaligus menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Kita pertahankan prestasi kita sebagai bangsa demokratis ketiga di dunia, dan kita wujudkan kesejahteraan bangsa kita melalui perjuangan dan kerja keras.  

 

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberikan bimbingan dan petunjuk serta hidayah-Nya, memberikan kekuatan lahir dan batin kepada seluruh rakyat Indonesia, sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia semakin kokoh, mampu mewujudkan tujuan negara yang dicita-citakan dan semakin diperhitungkan dalam percaturan dunia, Amin.

 

Sekian dan terimakasih.

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.



KJRI Toronto

static1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

...
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan