Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri TPSLN Tehran dan Qom     |       Indonesian Cultural Festival : "1000 Years Indonesia - Iran Cultural Relations"     |       Kontak Kami : Tlp. (9821) 8871 6865 - 8871 7251, Fax. (9821) 8871 8822, Email : tehran.kbri@kemlu.go.id      |       Selamat Datang di Website KBRI Tehran      |       Developing Countries Partnership Program on Scholarship     |       

Profil Negara dan Kerjasama

Azerbaijan

PROFIL NEGARA
REPUBLIK AZERBAIJAN
 
 
  1. UMUM
    1. Nama Resmi: Republik Azerbaijan
    2. Ibukota: Baku
    3. Hari Nasional: 28 Mei 1918 (berdirinya Republik Demokrasi Azerbaijan)
    4. Bendera: Tiga bagian horizontal yang sejajar, biru, merah dan hijau. Jalur pertama berwarna biru, tengah berwarna merah dan bawah berwarna hijau. Biru merupakan warna etnis Turki (Azerbaijan), merah melambangkan kepatuhan pada kebebasan, demokrasi dan hak asasi manusia, hijau menunjukan warna Islam. Ada sabit warna putih dan bintang berujung 8 ditengah-tengah garis merah. Bintang menggambarkan delapan cabang yang berbeda bagi rakyat Turki.
    5. Sistem Politik/ Pemerintahan: Presidensiil
    6. Kepala Negara & Pemerintahan: Presiden Ilham Aliyev (sejak Oktober 2003); terpilih kembali melalui pemilu 15 Oktober 2008
    7. Perdana Menteri: Artur Rasizade (November 2003)
    8. Ketua Parlemen: Ogtay Asadov
    9. Menteri Luar Negeri: Elmar Mammadyarov
    10. Luas wilayah: 86.600 km2 (termasuk wilayah Nagorno-Karabakh) terdiri atas daratan 86.100 km2 dan perairan 500 km2.
    11. Batas-batas negara: 2.013 km, berbatasan dengan Utara: Georgia (322 km) dan Rusia (284 km), Timur: Laut Kaspia (713 km), Selatan: Iran (611 km) dan Turki (9 km), Barat: Armenia (787 km)
    12. Jumlah Penduduk: 8.238.672 jiwa (estimasi Juli 2009)
    13. Agama: Islam (93,4%), Kristen Ortodoks Rusia (2,5%), Kristen Ortodoks Armenia (2,3%), Lain-lain (1,8%)
    14. Komposisi Etnik: Azeri (90,6%), Dagestani (2,2%),Rusia (1,8%), Armenia (1,5%), lain-lain (3,9%). Catatan: Hampir seluruh etnis Armenia tinggal di wilayah Nagorno-Karabagh.
    15. Bahasa: Azeri (rumpun bahasa Turki/ 89%), Rusia (3%), Armenia (2%), lain-lain (6%)
    16. Ekonomi
      • Mata Uang: Manat(AZM). US$ 1,00 =AZM 0,82
      • GDP: US$ 46,38 milyar (2008 est.)
      • GDP (PPP): US$ 77,79 milyar (2008 est.)
      • GDP perkapita (PPP): US$ 9.500 (2008 est.)
      • Pertumbuhan GDP (Riil) 10.8% (2008 est.)
      • Inflasi: 20.8% (2008 est.)
      • Sumber daya alam: minyak, gas alam, biji besi, nonferrous metals dan alumunium
      • Cadangan minyak: 7 milyar bbl (estimasi 1 Januari 2008)
      • Kapasitas produksi minyak: 1,099 juta bbl/hari (2008 est.)
      • Konsumsi minyak: 160.000 bbl/hari (estimasi 2007)
      • Ekspor minyak: 795.600 bbl/hari (estimasi 2007)
      • Impor minyak: 4.267 bbl/hari (2005)
      • Cadangan gas alam: 849,5 milyar m3 (estimasi 1 Januari 2008)
      • Produksi gas alam: 6,3 milyar m3 (estimasi 2007)
      • Konsumsi gas alam: 9,8 milyar m3 (estimasi 2007)
      • Ekspor gas alam:-
      • Impor gas alam: 4,4 milyar m3
      • Ekspor: US$ 30,59 milyar fob (2008 est.)
      • Komoditi ekspor: migas(90%), mesin, kapas, bahan makanan
      • Mitra ekspor utama: Turki 17,4%, Italia 15,5%, Rusia 8,7%, Iran 7,2%, Indonesia 6,4%, Israel 6,1%, Georgia 5,7%, AS 4,8%, Prancis 4,3%
      • Impor: US$ 7,5 milyar fob (2008 est.)
      • Komoditi impor: Mesin dan peralatan mesin, produk minyak, bahan makanan, logam, kimia
      • Mitra impor utama: Rusia 17,6%, Turki 10,9%, Jerman 8,2%, Ukraina 8,2%, Inggris 7,2%, Jepang 5,2%, China 4.9% dan AS 4,7% (2007)
      • Hutang luar negeri: US$ 2,73 milyar (estimasi 31 Desember 2008 est.)
      • Industri: minyak dan gas alam, produk-produk minyak, perlengkapan pengeboran minyak, logam, biji besi, semen, bahan-bahan kimia dan petrokimia, tekstil
      • Produk Pertanian & Peternakan: kapas, biji-bijian, beras, anggur, buah-buahan, sayuran, teh, tembakau, sapi, babi, domba dan kambing
    17.  

    18. SEJARAH SINGKAT

      Para ilmuwan mendefinisikan Azerbaijan sebagai suatu wilayah yang kini dihuni oleh bangsa Azerbaijan-Turk; yaitu orang-orang yang mendiami sebuah kawasan yang membentang dari lereng bagian Utara pegunungan Kaukasus di sepanjang Laut Kaspia hingga dataran tinggi Iran. Pada penghujung millennium ke-4 SM dan awal millennium ke-3 SM mulai tampak adanya peradaban. Pada masa ini, aliansi suku-suku bangsa telah membentuk sebuah Negara Aratta, Negara Lullubum (sejak 2300 SM) dan Negara Gutian (setelah paruh kedua 3000 SM). Peran penting dalam sejarah Azerbaijan dimainkan kerajaan Atropaten yang muncul di bagian Selatan pada tahun 520an SM yang sangat kental dipengaruhi tradisi Hellenisme.

       

      Seiring dengan invasi bangsa Arab, maka sejak awal abad ke-8 M Islam menjadi agama dominan di Azerbaijan. Beberapa Negara baru didirikan di wilayah Azerbaijan pada abad 9 M. Negara Shirwan dengan ibukotanya Shemakha, merupakan Negara adikuasa yang diperintah dinasti Mezyedi. Dinasti inilah yang terutama sekali banyak memainkan peran penting dalam sejarah Azerbaijan hingga abad 16 M. Azerbaijan pernah pula dikuasai dinasti Seljuk sejak akhir abad 11 M.

       

      Keragaman populasi yang terdiri dari penduduk asli yang berbahasa Turki dan keturunan bangsa Turki serta kesamaan keyakinan yang dianut (Islam) telah memungkinkan berlangsungnya proses konsolidasi bangsa Azerbaijan yang mencapai puncaknya pada abad 11 dan 12 M. Sejak pertengahan abad 13 M, Azerbaijan jatuh dalam kekuasaan dinasti Mongol, Khulagu (1258-1356). Pada pertengahan abad 14 M, seiring dengan bangkitnya kesadaran para penduduk pribumi untuk mengusir para penjajah, tokoh feudal setempat yang bernama Jalairid memimpin pergerakan perjuangan dan mengambil alih kekuasaan di Azerbaijan.

       

      Setelah revolusi 1917 di Rusia, proses keruntuhan dan disintegrasi Imperium Rusia menjadi semakin nyata. Situasi dan kondisi ini banyak dimanfaatkan berbagai etnis di daerah-daerah bekas imperium Rusia untuk membentuk negara-negara merdeka. Maka pada tanggal 28 Mei 1918 Republik Demokrasi Azerbaijan diproklamasikan di daerah bagian Timur kawasan Selatan Kaukasus. Namun pada bulan April 1920, Tentara Merah menguasai Republik Demokrasi Azerbaijan dan sejak itu Azerbaijan menjadi bagian dari Uni Soviet.

       

      Pada tahun 1988-1990, gerakan nasional-demokratik di Azerbaijan mengkampanyekan pentingnya melakukan restorasi kemerdekaan Negara. Pada tanggal 23 September 1989, Azerbaijan merupakan salah satu Negara pertama yang memutuskan untuk segera mengakhiri kekuasaan Uni Soviet. Dalam rangka menekan gerakan ini, pada tanggal 20 Januari 1990 pemerintahan Uni Soviet mengirim beberapa unit tentara ke Baku. Tindakan represif pasukan ini mengakibatkan ratusan jiwa rakyat Azerbaijan yang tak berdosa jatuh menjadi korban.

    19. POLITIK
      1. Eksekutif

        Presiden adalah kepala negara yang dipilih rakyat setiap 5 tahun sekali melalui pemilihan langsung berdasarkan asas bebas, pribadi dan rahasia. Kekuasaan eksekutif di Republik Azerbaijan diberikan kepada presiden. Presiden dapat dipilih kembali untuk satu periode berikutnya. Melalui pemilu Presiden tanggal 15 Oktober 2008, Ilham Aliyev kembali terpilih menjadi Presiden untuk kedua kalinya dengan perolehan suara 88,73%.

         

        Presiden dengan persetujuan Parlemen (Milli Majlis) menunjuk perdana menteri. Dalam rangka implementasi kekuasaan eksekutif, presiden membentuk kabinet menteri. Kabinet menteri adalah bawahan presiden dan bertanggungjawab kepada presiden.

         

        Azerbaijan menganut sistem multi partai. Setiap warga negara memiliki kebebasan untuk membentuk dan menjadi anggota partai politik. Beberapa partai politik utama antara lain adalah The Popular Front of Azerbaijan (National Democratic Movement); Party of National Independence; New Azerbaijan Party; dan Social Democratic Party.

      2. Lembaga Legislatif

        Kekuasaan legislatif berada ditangan Parlemen (unicameral) yang disebut National Assembly (Milli Mejlis) yang terdiri dari 125 kursi. Anggota National Assembly dipilih melalui pemilu langsung dengan masa tugas lima tahun. Pemilu legistlatif terakhir dilaksanakan pada tanggal 6 November 2005 dengan jumlah kandidat mencapai 2.000 orang. Ketua Parlemen adalah pemegang kekuasaan tertinggi kedua setelah Presiden.

      3. Lembaga Yudikatif

        Di bidang Yudikatif, Azerbaijan menganut sistem pengadilan yang independen dimana kekuasaan yudikatif tertinggi berada di tangan Mahkamah Agung (Supreme Court).

      4. Perkembangan Dalam Negeri
        1. Bidang Politik

          Sesuai dengan hasil pemilihan presiden tanggal 15 Oktober 2003, Ilham Aliyev ditetapkan sebagai presiden baru Republik Azerbaijan menggantikan kedudukan Heydar Aliyev, ayahnya. Heydar Aliyev menggambarkan anaknya, Ilham Aliyev, sebagai political successor. Ketika ayahnya meninggal, Ilham Aliyev sudah menduduki jabatan sebagai Perdana Menteri, dan wakil ketua partai berkuasa, New Azerbaijan Party, serta Wakil Ketua Perusahaan Minyak Negara.

           

          Kemenangan Presiden Ilham Aliyev dengan suara mutlak (76,8% suara), dinilai banyak pengamat politik ‘Barat’ tidak mencerminkan pemilihan yang demokratis. Namun demikian, negara-negara tetangga, terutama Rusia dan Turki memyambut baik terpilihnya Presiden Ilham Aliyev. Perhatian utama Presiden Ilham Aliyev adalah konsolidasi kekuasaan, pendudukan Armenia terhadap wilayah Azerbaijan (Nagorno-Karabagh) dan perbaikan ekonomi. Berdasarkan Pemilu tanggal 15 Oktober 2008, Presiden Ilham Aliyev terpilih untuk menduduki jabatan Presiden untuk kedua kalinya dengan peroleh suara 88,73%.

           

          Pada Maret 2009 telah dilaksanakan referendum terhadap perubahan konstitusi mengenai pembatasan masa jabatan presiden dari pembatasan dua kali berturut-turut menjadi masa jabatan tidak terbatas. Partisipasi rakyat dalam referendum ini mencapai 71,08% dengan hasil mayoritas menyetujui perubahan konstitusi (lebih dari 90%). Pihak oposisi mengkuatirkan referendum ini akan menjadikan negara menjadi mundur dari demokrasi ke monarkhi.

        2. Bidang Ekonomi

          Sebagai kelanjutan dari kebijakan mantan Presiden Heydar Aliyev yang berhasil membawa kemajuan penting bagi Azerbaijan, Presiden Ilham Aliyev dalam beberapa tahun terakhir telah melakukan reformasi yang luas dalam bidang perundang-undangan, disamping mengambil langkah-langkah efektif dalam menata kembali kebijakan makro-ekonomi untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi masuknya investai asing, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

           

          Ekonomi Azerbaijan bertumpu pada sektor minyak dan gas serta pertanian. Dalam satu dekade terakhir, banyak perusahaan asing yang melakukan eksplorasi minyak dan gas di Azerbaijan. Dengan melambungnya harga minyak dunia, perekonomian Azerbaijan juga mengalami “booming” seperti tercermin dari pertumbuhan ekonomi Azerbaijan rata-rata di atas 25% selama tahun 2006-2007. Sektor pertanian utama, yang terdiri dari kapas, ulat sutra, teh dan tembakau serta hasil peternakan seperti domba, kambing dan sapi juga mengalami kemajuan meskipun sumbangannya pada perekonomian negara relatif masih kecil.

           

          Azerbaijan mempunyai cadangan minyak yang cukup besar. Menurut perusahaan minyak British Petroleum (BP), kandungan minyak Azeri mencapai 7 milyar barel atau 0,7% dari cadangan minyak dunia. Sementara cadangan gas alamnya mencapai 850 milyar meter kubik atau 0,6% dari cadangan gas dunia.

           

          Pada tanggal 20 September 1994, Azerbaijan telah menandatangani kontrak dengan 14 perusahaan minyak besar dunia dengan investasi sebesar US$ 7,4 milyar untuk kurun waktu 30 tahun. Untuk mengalirkan minyak ke pasar dunia, Azerbaijan juga ikut dalam pembangunan proyek pipa minyak BTC (Baku-Tbilisi-Ceyhan) sepanjang 1.760 km. Berdasarkan kesepakatan dengan Azerbaijan, Kazakhstan juga menggunakan BTC untuk jalur transportasi minyaknya ke pasar dunia, terutama ke Eropa. Letak Azerbaijan di persimpangan jalan antara Eropa dan Asia merupakan pusat transportasi yang penting di jalur Timur-Barat dan Selatan-Utara.

           

          Diperkirakan dalam satu dasawarsa ke depan Azerbaijan dapat tumbuh menjadi salah satu Negara termakmur di kawasan Laut Kaspia. Potensi ekonomi Azerbaijan sudah dimanfaatkan oleh berbagai Negara, termasuk Malaysia, dalam bentuk kerjasama di bidang eksplorasi migas. Berbagai perusahaan multinasional seperti BP, Unocal, ExxonMobil, Pennzoil, TPAO, Statoil, Lukoil, Itachu, ChevronTexaco, Schlumberger, menanamkan modalnya di sektor minyak. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, negara-negara yang paling banyak menanamkan modalnya secara langsung di Azerbaijan adalah AS (24,7%), Inggris (24,7%), Turki (14,2%), Rusia (7%), Norwegia (7%), Jepang (4,8%) dan Perancis(4,2%). Investasi langsung di sektor non-migas banyak dilakukan oleh Inggris dan Turki, khususnya pada sektor industri, konstruksi, perdagangan dan jasa, transportasi dan telekomunikasi.

           

          Reformasi ekonomi Azerbaijan baru berjalan beberapa tahun terakhir. Struktur ekonomi lama masih banyak yang belum dirombak dan terdapat sejumlah hal yang menghambat pertumbuhan ekonomi antara lain kebutuhan peningkatan investasi asing di sektor non-migas, sengketa Nagorno-Karabagh, tingkat korupsi yang tinggi dan inflasi yang cenderung meningkat.

        3. Bidang Sosial Budaya

          Diantara negara-negara Kaukasus Selatan, Azerbaijan merupakan negara yang paling padat penduduknya. Lebih dari 8 juta orang tinggal di negara tersebut, dimana lebih dari 300.000 penduduknya tinggal di Republik Otonomi Nakhchivan. Orang Azerbaijan termasuk ras Kaukasus Selatan. Mereka dapat dibedakan dengan posturnya yang kokoh, warna gelap yang kuat, tinggi rata-rata, dan sebagian memiliki kepala bundar, muka sempit, hidung lebih sempit dan, dalam banyak hal, mata cokelat yang besar. Kelompok etnik yang banyak kemiripan dengannya adalah orang Rusia. Mereka datang ke Azerbaijan pada awal abad ke 19 ketika pemerintahan Tsar memulai pendeportasian orang-orang Dukhobor, Molokan dan penganut aliran lainnya dari bagian negara Rusia yang terpencil dan Ukraina. Menjelang awal abad ke 20 mereka tinggal di beberapa wilayah Baku dan di Yelizavetpol (Ganja). Diantara etnik-etnik lainnya yang terdapat di Azerbaijan adalah Lezgin, Avar, Udin, Tsakhur, Tat, Kurd, Talysh, Tatar, dan Georgia.

           

          Azerbaijan merupakan negara dimana tradisi-tradisi negara dilestarikan. Hari libur keagamaan seperti Qurban Bayrami (Idul Adha) dan Ramazan Bayrami (Idul Fitri) dirayakan. “Novruz Bayram” merupakan hari libur musim semi yang paling tua dan paling dihargai. Ia dirayakan pada hari yang memiliki waktu siang dan malam yang sama-sama lama pada musim semi, yaitu pada tanggal 21-22 Maret. Novruz merupakan simbol pembaharuan alam dan kesuburan.

      5. HUBUNGAN LUAR NEGERI
        1. Kebijakan Luar Negeri Azerbaijan

          Pemerintah Azerbaijan mempunyai beberapa prioritas kebijakan luar negeri, antara lain:

          1. Menciptakan demokrasi yang pluralistic berdasarkan ekonomi pasar dan aturan hukum.
          2. Organization for Security and Cooperation in Europe (OSCE) Minks Group memperbaiki kemerdekaan dan keutuhan wilayah Azerbaijan.
          3. Menghapuskan ancaman dan risiko terhadap keamanan, kebebasan politik, kemerdekaan dan keutuhan wilayah Azerbaijan.
          4. Penyelesaian secara damai masalah Nagorno-Karabagh melalui perundingan dalam kerangka Organization for Security and Cooperation in Europe (OSCE) Minks Group atas dasar prinsip-prinsip dari OSCE Lisbon Summit.
          5. Menciptakan hubungan yang baik dan saling menguntungkan dengan negara tetangga.
          6. Meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan.
          7. Mencegah peredaran senjata illegal di kawasan.
          8. Mematuhi kesepakatan global mengenai non-proliferasi dan kawasan bebas senjata nuklir di Asia Tengah.
          9. Demiliterisasi Laut Kaspia.
          10. Bergabung dengan European and Transatlantic Security and Cooperation Structures, termasuk NATO, EU, WEU, CE.
          11. Membangun Eurasian Transport Corridor dimana Azerbaijan merupakan salah satu pihak.

            Politik luar negeri Azerbaijan yang “independen” dimaksudkan untuk sesegera mungkin mengembalikan kedaulatan dan integritas wilayahnya. Penyelesaian sengketa dengan Armenia atas wilayah Nagorno-Karabakh diupayakan untuk diselesaikan melalui jalur dialog dan perundingan dalam kerangka Organization for Security and Cooperation in Europe (OSCE) Minks Group berdasarkan prinsip-prinsip Pertemuan Tingkat Tinggi OSCE Lisabon. Minks Group beranggotakan wakil-wakil dari Rusia, Amerika Serikat dan Perancis. Pada bulan Desember 2004, parlemen Azerbaijan menyampaikan protes kepada NATO karena pernyataan Presiden Parliamentary Assembly NATO yang menyatakan bahwa Nagorno-Karabakh perlu di bawah kontrol Armenia.

             

            Azerbaijan mendorong terciptanya keamanan dan stabilitas di kawasan Kaukasus dengan membina hubungan bertetangga baik dan saling menguntungkan dengan negara-negara di kawasan. Menyangkut Laut Kaspia, Azerbaijan, Kazakhstan dan Rusia telah meratifikasi Perjanjian Delimitasi Dasar Laut Kaspia (Caspian Seabed Delimitation Treaties) berdasarkan prinsip panjang garis pantai laut (equidistance proportion).

             

            Sebagai negara di wilayah Eropa, Azerbaijan berusaha mendorong upaya integrasi dengan Eropa melalui struktur kerjasama ekonomi dan keamanan, termasuk dengan Uni Eropa, NATO, dan Western European Union (WEU).

             

            Pada tanggal 9 Mei 2006, Azerbaijan terpilih sebagai salah satu negara anggota Human Rights Council (HRC), dan mulai aktif pada tanggal 19 Juni 2006. Selain itu sebagai salah satu negara anggota Organisasi Konferensi Islam maka pada tanggal 19-21 Juni 2006 Azerbaijan menjadi tuan rumah pertemuan ke-33 Konferensi Tingkat Menteri Luar Negeri OKI di Baku.

        2. Keanggotaan pada Organisasi Internasional

          ADB, BSEC, CE, CIS, EAPC, EBRD, ECO, FAO, GCTU, GUAM, IAEA, IBRD, ICAO, ICRM, IDA, IDB, IFAD, IFC, IFRCS, ILO, IMF, IMO, Interpol, IOC, IOM, IPU, ISO, ITSO, ITU, ITUC, MIGA, NAM (observer), OAS (observer), OIC, OPCW, OSCE, PFP, SECI (observer), UN, UNCTAD, UNESCO, UNIDO, UNWTO, UPU, WCO, WFTU, WHO, WIPO, WMO, WTO (observer).

      6.  

      7. HUBUNGAN BILATERAL TURKMENISTAN – INDONESIA
        1. Bidang Politik

          Indonesia mengakui kedaulatan Republik Azerbaijan pada tanggal 28 Desember 1991 bersamaan dengan pengakuan terhadap 10 negara anggota Commonwealth of Independent States (CIS) lain menyusul bubarnya Uni Soviet. Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Azebaijan pada tanggal 24 September 1992 melalui penandatanganan Komunike Bersama di Moskow.

           

          Hubungan bilateral Indonesia-Azerbaijan dalam bidang politik beberapa tahun terakhir mengalami kemajuan. Azerbaijan memberikan dukungan penuh kepada Indonesia dalam masalah integritas wilayah RI dan masalah gerakan separatis. Kedua negara juga saling mendukung di fora internasional seperti di PBB dan OKI.

           

          Disamping itu, pejabat tinggi kedua negara juga melakukan pertukaran kunjungan antara lain:

          1. Kunjungan Resmi Menlu RI ke Baku pada tanggal 11-12 Mei 2008;
          2. Kunjungan Jaksa Agung RI ke Baku menghadiri Pertemuan Executive Commitee International Association of Anti-corruption Authority tanggal 31 Maret -2 April 2008;
          3. Kunjungan Menlu RI ke Baku pada tanggal 19-21 Juni 2006 menghadiri rangka KTM OKI ke-33. Disela-sela KTM OKI, Menlu RI melakukan pertemuan dengan Menlu Azerbaijan, Elmar Mammadyarov, membahas isu bilateral, regional dan multilateral;
          4. Kunjungan Wakil Perdana Menteri I Republik Azerbaijan, Yaqub Eyyubov, ke Indonesia pada tanggal 22-23 April 2005 menghadiri Konferensi Asia Afrika di Jakarta;
          5. Kunjungan Ketua Board of Muslims of the Caucasus, Sheikh-ul-Islam Haji Allahshukur Pashazade, menghadiri Konferensi Menteri-menteri Agama Islam di Indonesia tanggal 29 Oktober-1 November 1997.

          Sejauh ini RI-Azerbaijan telah memiliki 5 dokumen kerjasama yaitu Pembukaan Hubungan Diplomatik RI-Azerbaijan, Kerjasama dan Konsultasi antar Kementerian Luar Negeri, Kerjasama antar Kantor Berita, Pembebasan Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas serta Kerjasama Ekonomi dan Teknik.

           

          Indonesia dan Azerbaijan memiliki komitmen untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama di segala bidang. Oleh karena itu, kerjasama bilateral yang telah terjalin baik pada tataran politik selama ini perlu diterjemahkan ke dalam kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi untuk memberikan hasil yang konkret pada upaya-upaya peningkatan kesejahteraan rakyat kedua negara.

        2. Bidang Ekonomi

          Nilai perdagangan Indonesia-Azerbaijan masih sulit untuk diketahui secara pasti karena perbedaaan data statistik perdagangan kedua negara yang cukup mencolok. Namun demikian, secara umum volume perdagangan RI-Azerbaijan dalam tiga tahun terakhir menunjukkan trend peningkatan.

           

           

          Menurut data BPS yang diolah Departemen Perdagangan RI, volume perdagangan Indonesia-Azerbaijan tahun 2008 (Jan-Nov) mencapai US$ 101,55 juta yang merupakan peningkatan 0,44% dibandingkan tahun 2007. Sedangkan menurut data Kedutaan Besar Azerbaijan di Jakarta, perdagangan RI-Azerbaijan tahun 2008 mencapai sekitar US$ 1 milyar, perbedaan tersebut kemungkinan terjadi karena dalam prosesnya kedua negara masih melakukan transaksi melalui negara ketiga. Nilai perdagangan kedua negara belum mencerminkan potensi riil yang dimiliki karena mekanisme perdagangan selama ini masih melalui negara ketiga sehubungan tidak adanya jalur laut/udara langsung, Indonesia belum memanfaatkan pasar Azerbaijan secara optimal terutama melalui direct trade.

           

          Disamping itu, pengusaha kedua negara belum mengenal produk unggulan masing-masing sehingga perlu dilakukan kegiatan promosi yang lebih intensif dengan melibatkan pemerintah dan terutama pelaku usaha di kedua negara. Sejauh ini produk-produk Indonesia yang masuk ke Azerbaijan seperti makanan kaleng, kopi, produk karet, manufaktur, perabot rumah tangga dan tekstil masih melalui pihak ketiga. Berdasarkan pengamatan KBRI-Tehran, komoditi Indonesia yang potensial untuk memasuki pasar Azerbaijan adalah makanan dalam kemasan, alat-alat rumahtangga, tekstil dan produk tekstil, alat-alat olahraga serta barang kerajinan.

           

          Azerbaijan memiliki cadangan minyak bumi sebesar 7 milyar barrel dan 850 milyar meterkubik gas, Azerbaijan Republic State Oil Company juga menandatangani kontrak dengan 13 perusahaan migas dunia. Banyaknya perusahaan migas asing yang beroperasi di Azerbaijan mencerminkan potensi yang besar dan merupakan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan kerjasama dengan Azerbaijan antara lain dalam bentuk kontrak kerja bagi perusahaan-perusahaan dan tenaga kerja Indonesia di bidang migas dan konstruksi.

        3. Bidang Sosial Budaya

          Indonesia dan Azerbaijan belum banyak melakukan kerjasama di bidang sosial budaya. Berdasarkan pengamatan, media Azerbaijan yang memuat berita tentang Indonesia masih sangat sedikit dan umumnya mengutip dari kantor-kantor berita asing seperti Reuters, AFP serta AP secara apa adanya tanpa komentar atau opini khusus.

           

          Di ibukota Baku, terdapat seorang Professor bernama Habib Zarbaliyev yang menguasai dan mengajar bahasa Indonesia di Azerbaijan Economic State University. Ia juga telah menulis beberapa buku mengenai Indonesia.

           

          Sebagai sesama anggota Organisasi Konferensi Islam, Indonesia dan Azerbaijan memiliki potensi kerjasama di bidang sosial budaya yang sangat besar. Indonesia telah memberikan beasiswa Dharmasiswa untuk belajar di salah satu Universitas di Indonesia dan program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia kepada pelajar Azerbaijan.

 

 

Chief of State and Cabinet Members of Azerbaijan

 

President
:
Ilham Aliyev
Prime Minister
:
Artur Rasizade
First Dep. Prime Minister
:
Yagub Eyyubov
Dep. Prime Minister
:
Abid Sharifov
Dep. Prime Minister
:
Elchin Efendiyev
Dep. Prime Minister, Head of the State Committee for Refugees and Internally Displaced Persons
:
Ali Hasanov
Minister of Foreign Affairs
:
Elmar Mammadyarov
Minister of Sports & Youth
:
Azad Rahimov
Minister of National Security
:
Eldar Mahmudov
Minister of Culture & Tourism
:
Abulfaz Garayev
Minister of Communications & Information Technology
:
Ali Abbasov
Minister of Taxation
:
Fazil Mamedov
Minister of Justice
:
Fikrat Mamedov
Minister of Labour and Social Security
:
Fuzuli Alakbarov
Minister of Ecology & Natural Resources
:
Huseyngulu Bagirov
Minister of Agriculture
:
Ismat Abbasov
Minister of Emergency Situations
:
Kamalladin Heydarov
Minister of Education
:
Misir Mardanov
Minister of Industry & Energy
:
Natiq Aliyev
Minister of Health
:
Oqtay Shiraliyev
Minister of Home Affairs
:
Ramil Usubov
Minister of Finance
:
Samir Sharifov
Minister of Defense
:
Safar Abiyev
Minister of Economic Development
:
Shahin Mustafayev
Minister of Defense Industry
:
Yavar Jamalov
Minister of Transport
:
Ziya Mammadov



Gedung KBRI Tehran

PEMILU2014


PEMILU 2014


wonderful Indoensia


Indonesia Cultural Festival

next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan