Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Tips

Yaman

Pariwisata Yaman

Pendahuluan
  1. Yaman adalah salah satu negara yang memiliki peradaban tua di dunia. Antara tahun 2300 sebelum masehi sampai dengan abad enam masehi, pernah menjadi bagian dari kekuasaan Sabaean, Awsanian, Minaean, Qatabanian, Hadhramawtian, Himyarite dan beberapa kerajaan lainnya yang mendominasi/ menguasai perdagangan rempah-rempah. Pada masa kekuasaan kekaisaran Romawi, Yaman dikenal sebagai Arabia Felix/ "Happy Arabia" mengingat tingkat kemakmurannya dalam perdagangan dunia. Kaisar Augustus Caesar pernah berusaha menganeksasinya tetapi gagal, kemudian kerajaan Aksum (dari Ethopia) berhasil menganeksasi di tahun 520 yang kemudian diambil alih oleh kerajaan Sassanids (dari Persia) tahun 570.
  2. Pada abad ke-tiga masehi dan akhir abad ke-enam serta awal abad ke-tujuh masehi, masyarakat keturunan Sabaean dan Himyarite umumnya beremigrasi dari Yaman ke wilayah Afrika Utara dan bagian utara semenanjung Arab menyusul rusaknya bendungan Ma'rib (dikenal dengan sadd Ma'rib). Di abad ke-tujuh masehi, pengaruh dan kekuasaan kekhalifahan Islam mulai masuk dan menguasai Yaman. Hal ini terus berlangsung sampai dengan runtuhnya kekhalifahan tersebut dan bagian utara Yaman dikuasai oleh sejumlah Imam yang berasal dari berbagai dinasti (umumnya sekte Zaidi) yang membentuk struktur politik teokratis. Kemudian, kekhalifahan Sunni dari Mesir menguasai hampir seluruh wilayah utara Yaman pada abad ke-delapan masehi. Pada abad ke-16 dan abad ke-19, wilayah utara Yaman adalah bagian dari wilayah Kesultanan Ottoman dan pada saat yang bersamaan, sejumlah imam (masih) memegang kontrol atas wilayah selatan Yaman.
  3. Tahun 1839, Inggris menduduki pelabuhan Aden dan menjadikannya sebagai wilayah kolonialnya di bulan September 1839. Mereka juga menjalin aliansi longgar (dikenal sebagai protectorates) dengan para penguasa di sekitar Aden. Yaman Utara mendapatkan kemerdekaannya dari Kesultanan Ottoman tahun 1918 dan menjadi republic di tahun 1962. Tahun 1967, Inggris menarik diri dari Aden dan mengembalikannya ke Yaman menyusul peperangannya dengan Yaman Utara yang didukung oleh Mesir. Setelah mundurnya Inggris, wilayah ini dikenal dengan negara Yaman Selatan yang pada akhirnya bersatu dengan Yaman Utara pada 22 Mei 1990.
  4. Kebudayaan. Yaman merupakan bagian dari dunia Islam dan hal ini tercermin pada banyaknya pengaruh Yaman bagi kemajuan peradaban Islam. Di bagian lain, Yaman juga memiliki peninggalan budayanya sebelum masuknya Islam yang antara lain masih bisa dilihat berbagai artafek/ peninggalannya pada Museum Nasional di Sana’a dan Museum Arkeologi di Aden. Dalam perjalanan sejarahnya, khususnya melalui perdagangan via darat dan maritim, masyarakat kuno Yaman dipengaruhi oleh berbagai budaya dan peradaban lainnya seperti dari Yunani (Greek), Romawi, India, Indonesia dan China yang tercermin pada berbagai aspek budaya orthodoks dan kontemporer kebudayaan Yaman. Salah satunya terlihat dari persamaan lembaga perkawinan di India dan yang di Yaman serta kesamaan musik reliji di Yaman dengan di wilayah Byzantine.
  5. Yaman memiliki perbedaan budaya antara wilayah/ propinsinya, seperti masyarakat di daerah Hadhramaut, budaya dan genetikanya dipengaruhi oleh Asia Tenggara sebagai akibat hubungan perdagangan yang telah lama dijalin. Masyarakat yang mendiami wilayah pesisir, budaya dan genetikanya dipengaruhi dari wilayah Afrika dan wilayah Aden yang bersifat kosmopolitan yang pernah dikuasai oleh Inggris dari tahun 1800’an sampai dengan awal tahun 1900’an sebagai bagian dari wilayah kolonial India, masih memiliki pengaruh dari India.
  6. Salah satu contoh karakteristik Yaman yang terkenal, dapat dilihat pada seni arsitektur bangunannya yang telah berusia lebih dari 2000 tahun. Di wilayah pegunungan, umumnya bangunan didirikan menggunakan batu-batu yang bertingkat antara empat sampai enam, dengan jendela-jendelanya yang didekorasi dan berbagai hiasan bangunan lainnya untuk mempercantik penampilan bangunannya. Di wilayah gurun pasir, bangunannya menggunakan tanah liat/ batu bata merah dengan sejumlah lapisan luar dan kadangkala diwarnai/ dicat. Yaman juga terkenal dengan bangunan-bangunan kuno bertingkatnya yang banyak dijumpai di kota Sana’a dan Shibam, bangunan air (dam) kuno di Marib yang dibangun pada abad ke-lima sebelum masehi, sejumlah bangunan mesjid yang dibangun saat Nabi Muhammad SAW serta perkampungan kuno dari bebatuan yang berlokasi di daerah pegunungan.
  7. Catatan: organisasi yang bermarkas di Swiss, New 7 Wonders Foundation, telah menerima pengajuan pulau Socotra (Socotra Island) sebagai salah satu obyek/ tempat bersama-sama dengan 77 tempat lainnya di dunia untuk dipilih menjadi seven natural wonders of the world (saat ini, pulau Socotra menduduki peringkat nominasi ke-74). Pulau Socotra adalah pulau terbesar dari wilayah Sheba dengan panjang sekitar 120 km dan lebar sekitar 40 km serta dihuni oleh sekitar 35.000 orang yang memiliki dialek dan kebudayaan tersendiri. Pulau Socotra lebih “dekat” hubungannya dengan benua Afrika daripada dunia Arab dan daratan ini terpisah dari Afrika pada enam juta tahun yang lampau. Terlihat dengan adanya jenis hewan maupun tetumbuhan yang berbeda (endemic species) dan pulau Socotra merupakan “keajaiban dunia” dengan karakteristik alam yang kontras (danau air tawar di Qalansiya, bukit pasir yang diselimuti salju di Ras Momi; padang rumput di Haggier Mountains, daerah terpencil di Nowgad).
  8. Masyarakat Yaman. Masyarakat Yaman umumnya merupakan keturunan dari orang-orang Mediterania yang berbahasa Arab dan menganut agama Islam. Masyarakat Yaman di utara diperkirakan adalah keturunan dari Mesopotamians yang hijrah ke wilayah tersebut pada abad ke-satu sebelum masehi, sementara masyarakat di selatannya masih tergolong ke dalam rumpun Arab serta masyarakat di wilayah pesisirnya masih dipengaruhi oleh bahasa-bahasa dari masyarakat kuno Arab selatan. Kedua masyarakat itu mempunyai perbedaan baik dari genetikanya maupun dari tradisi sejarahnya; masyarakat di utara merupakan keturunan dari Ishmael dari garis Adnan dan di selatan mengklaim keturunan dari Qahtan
  9. Berbeda dengan masyarakat di semenanjung Arab yang nomaden ataupun semi nomaden, masyarakat Yaman hampir semuanya menetap dan berdiam di sejumlah pedesaan dan perkotaan yang tersebar baik di wilayah pegunungan maupun pesisir. Masyarakat Yaman dibedakan ke dalam dua kelompok paham keagamaan Islam: aliran/ sekte Zaidi dari Shi'a umumnya dianut oleh masyarakat di utara dan di barat laut, sementara paham Shafi'i dari Sunni umunya dianut oleh masyarakat di selatan dan di tenggara.
  10. Secara bahasa, masyarakat Yaman umumnya berasal dari turunan Semitic (kelompok bahasa yang berasal dari keluarga Afro-Asia dan dipergunakan di wilayah Afrika utara dan Asia barat daya, termasuk ke dalamnya adalah bahasa Hebrew, Arabic, Aramaic, Maltese dan Amharic). Bahasa Arab merupakan bahasa resminya, namun bahasa Inggris telah mulai dipergunakan di kota-kota besar. Di daerah Mahra (wilayah paling timur), beberapa bahasa/ dialek non Arab juga dipergunakan. Saat Yaman Utara dan Yaman Selatan bersatu, sejumlah kelompok minoritas mulai bermigrasi.
  11. Secara umum, masyarakat Yaman melihat Indonesia adalah sebagai saudaranya mengingat hubungan kedua bangsa telah terjalin untuk waktu yang lama. Saat ini diperkirakan ada lebih dari delapan tujuh juta masyarakat keturunan Yaman yang bermukim di Indonesia, Malaysia dan Singapura. Mereka datang ke Asia Tenggara pada beberapa abad yang lampau dan saat ini, sejumlah keturunannya memegang peran penting di masing-masing negara baik di sektor pemerintah, swasta maupun dunia akademik. Mereka juga menjadi jembatan penghubung antara Asia Tenggara dan dunia Arab khususnya Yaman yang dalam dekade terakhir, lalu lintas kunjungannya menunjukkan trend positif.
  12. Berbicara mengenai masyarakat keturunan Yaman, tidak terlepas dengan dari daerah asalnya di Yaman mengingat mayoritas masyarakat keturunan Yaman (lebih dari 90%) di Asia Tenggara berasal dari daerah Hadhramaut. Penyebab masyarakat tersebut beremigrasi dari Yaman tidak terlepas dari faktor pendorong maupun faktor penarik di daerah baru.
  13. Faktor pendorongnya berkaitan dengan kondisi perekonomian di Hadhramaut, seperti memburuknya hasil-hasil pertanian, kelaparan dan kekeringan yang memaksa masyarakat untuk berpindah ke tempat/ negara lainnya. Umumnya mereka beremigrasi ke Asia Tenggara khususnya Indonesia, Malaysia, Singapura dan bagian selatan Thailand yang menawarkan kehidupan yang lebih baik. Proses emograsi ini berlangsung selama 700 tahun, dimulai sebelum masuknya era Islam dan setelah berkembangnya Islam, gelombang emigrasi terjadi dalam jumlah yang besar (diawal abad 16 masehi sampai dengan abad 18 – 19 masehi).
  14. Dengan adanya faktor sejarah tersebut, persepsi masyarakat Yaman terhadap kebudayaan Indonesia secara umum relatif positif. Hal ini terlihat dari sambutan hangat yang diberikan masyarakat Yaman terhadap rombongan kesenian Indonesia (Sinar Budaya Group/ SBG) yang datang ke Sana’a tanggal 07 September 2006 dan berpentas di Yemen Cultural Centre. Mereka antara lain menampilkan Tarian Persembahan (Melayu), Tari Sisampat Sampetan (Karo), Tari Angin Mamiri (Sulawesi), Tari Panji Semirang (Bali). Selain itu, budaya Pencak Silat juga telah diperkenalkan kepada masyarakat Yaman (terbentuk Yemen Pencak Silat Federation) dan pengiriman pelatih Pencak Silat bekerjasama dengan Persilat.
  15. Dalam melaksanakan berbagai misi kebudayaan di Yaman, KBRI sering bekerjasama dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Yaman. Selama ini kerjasama yang dilakukan bersifat saling mengisi, pada bulan Desember 2004 Kementerian Kebudayaan (sebelum menyatu menjadi Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata) pernah mendatangkan Group Gambus Al-Harist dari Jakarta untuk mengisi sejumlah pentas seni budaya seiring dengan dijadikannya Sana’a sebagai ibu kota kebudayaan Arab 2004.
  16. Khusus untuk seni budaya pencak silat di Yaman, sejak tahun 2003 telah ada Yemen Pencak Silat Federation yang berada di bawah naungan Kementerian Olahraga Yaman (catatan: dewasa ini, keberadaan Yemen Pencak Silat Federation sementara waktu vakum mengingat dalam dua tahun berturut-turut saat Federasi Pencak Silat Internasional/IPSI mengirimkan dua orang pelatihnya ke Yaman, dan penggajian mereka dilakukan oleh Yemen Pencak Silat Federation, mengalami gangguan).
  17. Pariwisata. Jumlah wisatawan/ pelancong dari Yaman yang bepergian ke luar negeri relatif tidak terlalu banyak (kemungkinan besar berkisar 5.000 orang) dan mereka umumnya bepergian/ melancong ke negara-negara di Eropa, Mesir dan Malaysia. Mengingat mereka dalam berwisata/ melancong adalah bersama dengan keluarga, maka yang menjadi daerah tujuan wisatanya adalah yang sesuai dengan karakteristik wisata keluarga (seperti berbelanja). Selain itu, mereka menyukai wisata/ daerah pantai yang keadaannya masih bersih dan belum terkena polusi, memiliki pasir yang bersih, serta air lautnya cukup hangat. Akan lebih baik, bilamana daerah tersebut memungkinkan kaum wanitanya bisa berenang dengan nyaman tanpa merasa diganggu. Hal ini tentunya harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai sehingga memudahkan pelancong/ wisatawan datang berkunjung. 
  18. Yaman memiliki potensi wisata (baik dari sisi produk maupun pasarnya), salah satunya dengan mempunyai kota tertua di Yaman, yakni ibu kota Sana'a yang memiliki banyak peninggalan sejarah, seperti pencakar langit pertama dunia yang telah berusia 200 tahun dan istana Ghandam yang sangat disayangkan saat ini tinggal reruntuhannya.  Menurut statistik dari Yemen Tourism (the Ministry of Tourism Promotion Board), Yaman dikunjungi oleh sekitar 544.000 wisatawan pada tahun 2006 dengan 262.358 wisatawan  berasal dari kawasan Timur Tengah.
  19. Di Sana’a pula terdapat kota tua abad ke-10 masehi yang ditandai dengan Bab El Yaman (salah satu diantara enam pintu gerbang kota tua yang terbuat dari blok tanah liat) yang hinggi kini terpelihara dengan baik. Dalam perkembangan sejarah agama Islam terdapat periode tahun gajah yang masih terdapat peninggalannya di Sana'a berupa rencana bangunan 'duplikat' Ka'bah.
  20. Wisata lain di di luar kota Sana'a antara lain Ar Rawdah, obyek wisata alam di utara Sana'a yang dilengkapi dengan resort musim panas, juga terdapat Kawkaban, Marib - kota kuno yang pernah menjadi ibu kota kerajaannya Ratu Sheba, Sa'da, Wadi Dahr, Hadda (perkampungan dataran tinggi) serta Al Huqqar dimana terdapat reruntuhan candi.
  21. Kawasan Hadramaut menyimpan peninggalan sejarah perkembangan agama samawi, antara lain makam Nabi Hud serta merupakan kota asal muasal para wali yang menyebarkan agama Islam ke Indonesia.  Sementara di kota Tarim terdapat pesantren tua dan terbaik pada zamannya, diantaranya Rubat Tarim, Darul Mustofa dan Universitas Al Ahgaff, yang cukup banyak siswa dari Indonesia.  Di Kota Seiyun terdapat peninggalan istana Al-Kathiri yang merupakan penguasa wilayah daratan (salah satu 'state') Hadramaut sebelum dikuasai Inggris. Tidak jauh dari Seiyun terdapat kota 'Manhattan' kuno, Shibam, karena memiliki gedung-gedung yang berusia ratusan tahun dan rata-rata bertingkat 10 yang dinilai pantas menjadi salah satu kejaiban dunia.
  22. Dalam perkembangan sejarah ilmu pengetahuan, pesantren tertua dan terbaik pada jamannya, yaitu pesantren Zabid - 350 km dari Sana'a disebut sebagai tempat lahirnya ilmu aljabar.  Di kota Zabid ini terdapat satu mesjid yang juga disebutkan tempat lahirnya satu faham mazhab Shafii yaitu Siraniah. Mesjid pertama yang dibangun di Yaman terletak di korta Taiz - 270 km dari Sana'a - dan dibangun oleh Muaz bin Jabal, utusan Nabi Muhammad SAW.
  23. Indonesia cukup dikenal oleh masyarakat Yaman mengingat hubungan kedua negara dan masyarakatnya telah lama terjalin, ditandai dengan adanya masyarakat keturunan Arab/ Yaman di Indonesia. Salah satu kekhasan Indonesia yang cukup dikenal di Yaman (khususnya daerah Hadramaut) adalah kain sarung. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang mayoritasnya beragama Islam yang bila ditelusuri kedatangan/ penyebaran agama Islam di Nusantara juga dilakukan oleh orang-orang Yaman.
  24. Selain Yemenia Airways yang mempunyai aksesibiltas langsung antara Yaman dan Indonesia, maskapai penerbangan internasional lainnya yang menghubungkan kedua negara adalah: Emirates Airlines, Qatari Airlines, Royal Jordanian, Lufthansa, Gulf Airlines dan Saudi Arabia Airlines (masing-masing dengan singgah di negaranya).
  25. Pihak-pihak yang dapat dihubungi adalah:
    Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata
    Sementara badan/ institusi yang berada dibawahnya meliputi: General Authority for Tourism Development, dan Yemen Tourism Promotion Board (website: www.yementourism.com).
  26. Website maskapai penerbangan Yemenia Airways http://www.yemenia.com/
    Perwakilan di Jakarta:
    Wira Usaha Building, 7th floor
    Jln. HR. Rasuna Said Kav C-5, Jakarta 12940
    Tel: (62-21) 5261245
    Fax: (62-21) 526 1249, 5262129
    E-mail: yemenia@indosan.net.id
    Area manager Mr. Al Shanoon (hp: 0817846600/ 0811984367)
 


Gedung KBRI Sanaa

Tips Perjalanan dan Menetap di Yaman

Lapor Diri


WNI CALL CENTER


PPLN YAMAN, INFO PEMILU 2014

ENJOY  JAKARTAINAPA, Indonesian International Auto Part, Accessories  and Equip Exhibition 2013The 3rd Maritime Expo 2013
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan