Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Tips

Arab Saudi

Kerajaan Arab Saudi adalah kerajaan yang berlandaskan pada agama Islam dan dilengkapi dengan lembaga legislative (Majelis Shura), Kabinet yang dipimpin seorang Perdana Menteri yang dirangkap oleh Raja Abdullah, dan Mahkamah Agung. Negara ini memiliki luas wilayah 2,240,350 km2, dengan kondisi daratan yang sangat gersang terdiri dari padang berbatuan dan pasir, serta tidak ada aliran sungai permanen.
 
Pada bidang ekonomi Raja memprioritaskan pada upaya pembangunan dan peningkatan kesejahteraan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Perencanaan lima tahun ke depan diprioritaskan pada sector-sektor berikut :
  1. Peningkatan standar hidup
  2. Perbaikan kesehatan
  3. Pertumbuhan yang seimbang dan berkelanjutan
  4. Menghilangkan kemiskinan
  5. Melindungi sumber daya alam
  6. Mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah
  7. Diversifikasi ekonomi, dan
  8. Meningkatkan pasrtisipasi wanita dalam pembangunan


Krisis financial global tidak terlalu berdampak negative terhadap ekonomi Arab Saudi. Kerjasama bilateral antara RI dan Arab Saudi sejak dibukanya hubungan diplomatic tahun 1950 telah berkembang dengan sangat baik.

 

Sumber daya alam utama Arab Saudi adalah minyak bumi (25% cadangan minyak dunia), gas alam (40% cadangan gas dunia), mineral (emas, perak, tembaga), mineral non-metal, dan potensi sumber air (84% berasal dari air bawah tanah, 10% air permukaan, 5% air desalinasi air laut, 1% air daur ulang).

 

Jumlah penduduk Arab Saudi pada tahun 2009 diperkirakan mencapai 25 juta orang dan 6,83 juta diantaranya adalah expatriate. Menurut sensus tahun 2006, dari 5,6 juta  tenaga kerja  sektor swasta, sebanyak 87,2 % warga negara asing dan sisanya 12,8%  warga negara  Saudi.

 

Pertumbuhan Ekonomi, Perdagangan Luar Negeri, dan Industri

Pertumbuhan ekonomi  Arab Saudi berkembang cukup baik, mengingat tingginya harga minyak bumi dan gas alam yang merupakan komoditi ekspor utamanya. Secara bertahap pemerintah Arab Saudi  telah melakukan diversivikasi  sektor pendapatan nasionalnya dengan mendorong berkembangnya sektor lainnya,  seperti manufacturing dan industri berat lainnya dan pertanian.

 

GDP Arab Saudi pada tahun 2008 sebesar US$ 464,5 milyar dan DDP per kapita sebesar US$ 15.352 atau mengalami kenaikan sebesar 18,8% dibandingkan tahun 2007 yaitu sebesar US$ 377 milyar. Komposisi alokasi APBN pemerintah Arab Saudi untuk sektor pertanian, air dan prasarana pada tahun 2009 adalah sebesar 10,3 % dari GDP (35,4 miliar SAR).

 

Ekspor Arab Saudi pada tahun 2007 mencapai 874.403 milyar SAR ( terdiri dari minyak dan gas bumi, serta produk industri turunannya, logam dasar, makanan, peralatan listrik dll). Impor Arab Saudi pada tahun yang sama sebesar 338.088 SAR ( terdiri dari peralatan listrik yang tidak diproduksi oleh Arab Saudi,  alat transportasi, logam dasar yang tidak dimiliki oleh Arab Saudi, makanan, obat-obatan, tekstil dan produk tekstil, kertas dan produk kertas lainnya, dll). Neraca perdagangan Arab Saudi mengalami surplus.
Impor Arab Saudi dari dunia pada tahun 2007 sebesar US$ 90,2 milyar yang terdiri dari produk (Peralatan listrik, transportasi, logam dasar, makanan, obat, tekstil & produk tekstil, kertas dan produk kertas lainnya), naik 29,3% dibandingkan tahun 2006. Dan impor Arab Saudi dari negara partner utama tahun 2007 yaitu : US$ 13,5% ( US$. 12,2 milyar), China 9,6% (US$. 8,7 milyar), Jerman 8,9% (US$. 8 milyar), Jepang 8,7% (US$. 7,8 milyar), Korea Selatan 4,5% (US$ 4 milyar), India 3,4% (US$ 3 milyar), Italy 4,5% (US$ 4,1 milyar), UK 3,9% (US$. 3,5 milyar). Sedangkan impor dari Indonesia pada tahun 2007 sebesar US$ 672 juta (2006) urutan ke 24 dengan share 0,84 %, dan US$. 944,2 juta (2007), naik : 40,5%, urutan ke 22 dengan share 1,03% dari total impor Arab Saudi dari dunia.

 

Jumlah pabrik yang berproduksi di Arab Saudi sebanyak 3986 pabrik dengan investasi total sebesar SR 306 milyar. Industri Kecil dan Menengah merupakan industri dominan, yaitu lebih dari 80%nya. Industri pertambangan berjumlah 1081 pabrik (27,7%) dengan nilai investasi sebesar SR 39 milyar (13,2%) dari total investasi.  Industri kimia dan produksi plastik sebanyak 895 pabrik (22,9%) dengan nilai investasi sebesar SR 175,6 milyar (59,2%). Industri bahan bangunan, keramik dan kaca sebanyak 618 pabrik(15,8%) dengan nilai inveatasi sebesar SR 39,1 milyar(13,25%). Industri bahan makanan sebanyak 605 pabrik (15,5%) dengan nilai investasi SR 24,8 milyar (8,4%).Pabrik yang berada di Jeddah sebanyak 1065 dengan nilai total investasi sebesar SR 48 milyar, dengan jumlah tenaga kerja 108.642 orang.

 


Gedung KBRI Riyadh

Potensi Ekonomi Luar Negeri

static1



static3


static4


static5


static6


static7

running1running2running3running4running5
running6running7running8running9running10
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan