Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Pelayanan Kekonsuleran

Pelayanan Perizinan Tinggal Diplomatik dan Dinas

I. JENIS PERIZINAN TINGGAL

Jenis Perizinan Tinggal yang diterbitkan Direktorat Konsuler, Kementerian Luar Negeri adalah:

I.1. Izin Tinggal Diplomatik

Yang berhak memperoleh perizinan tinggal diplomatik adalah:

§  WNA pemegang paspor diplomatik;

§  WNA pemegang Laissez-Passer diplomatik; dan

§  WNA pemegang paspor non-diplomatik berdasarkan suatu perjanjian tertentu.

I.2.Izin Tinggal Dinas

Yang berhak memperoleh perizinan tinggal dinas adalah:

§  WNA pemegang paspor dinas;

§  WNA pemegang Laissez- Passer dinas; dan

§  WNA yang berada di Indonesia dalam rangka kerjasama dengan Pemerintah Indonesia dan telah diatur oleh perjanjian tertentu.

I.3.Izin Keluar dan Masuk Kembali (Exit and Reentry Permit)

Terdapat 2 (dua) jenis Izin Keluar dan Masuk Kembali, yakni Multiple Exit and Re-entry Permit (MERP) berlaku untuk beberapa kali perjalanan, dan Single Exit and Re-entry Permit (SERP) berlaku untuk 1 (satu) kali perjalanan.

I.4 Izin Keluar (Exit Permit Only / EPO)

§   WNA pemegang izin tinggal diplomatik atau izin tinggal dinas yang telah berakhir masa penugasannya di Indonesia dan akan kembali ke negaranya wajib mengurus EPO.

§   Masa berlaku EPO adalah maksimal 1 (satu) bulan.

II. PROSEDUR


II.1.Izin Tinggal Diplomatik

Persyaratan permohonan penerbitan izin tinggal diplomatik

1)    Paspor atau SPLP dengan masa berlaku tidak kurang dari 6 (enam) bulan;

2)    Nota Diplomatik dari Perwakilan negara dari WNA tersebut atau Perwakilan Asing yang mewakili di Indonesia dan ditujukan kepada Kementerian Luar Negeri RI c.q. Direktorat Konsuler yang menerangkan nama lengkap, nomor paspor dan jabatan yang bersangkutan di Perwakilan Asing tersebut, serta nama anggota keluarga yang mengikuti;

3)    Mengisi formulir permohonan izin baru (IB) atau izin perpanjangan (IP);

4)    Mengisi formulir permohonan izin keluar dan masuk kembali (MERP/ SERP);

5)    Mengisi Kartu Tik (bagi pemohon baru);

6)    Pasfoto pemohon (bagi pemohon baru) ukuran 4 x 6 cm 1 (satu) lembar; dan

7)    Visa masuk Indonesia yang masih berlaku. Visa On Arrival (VKSK/VOA) atau Bebas Visa Kunjungan Singkat  (BVKS) tidak dapat dialihfungsikan menjadi izin tinggal diplomatik.

Permohonan perpanjangan diajukan minimal 2 (dua) minggu sebelum izin tinggal berakhir.

Tata cara permohonan perpanjangan izin tinggal diplomatik

1)    Menyampaikan nota diplomatik dari Perwakilan negara WNA tersebut di Indonesia yang ditujukan kepada Kementerian Luar Negeri RI c.q. Direktorat Konsuler berisi permohonan perpanjangan izin tinggal diplomatik yang bersangkutan; dan

2)    Mengisi formulir yang tersedia.


II.2.Izin Tinggal Dinas

Persyaratan permohonan penerbitan izin tinggal dinas

1)    Paspor atau SPLP dengan masa berlaku tidak kurang dari 6 (enam) bulan;

2)    Nota diplomatik dari perwakilan negara WNA tersebut di Indonesia;

3)    Surat izin dari instansi pengguna yang menyetujui penugasan WNA bersangkutan;

4)    Nota Dinas dari Sekretariat Negara (bagi tenaga ahli asing untuk bantuan teknik);

5)    Surat rekomendasi dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI (bagi tenaga ahli asing dalam rangka loan);

6)    Mengisi formulir permohonan izin baru (IB) atau izin perpanjangan (IP);

7)    Mengisi formulir permohonan izin keluar dan masuk kembali (MERP/ SERP);

8)    Mengisi Kartu Tik (bagi pemohon baru);

9)    Pasfoto pemohon (bagi pemohon baru) ukuran 4 x 6 cm 1 (satu) lembar; dan

10)  Visa masuk Indonesia yang masih berlaku. Visa On Arrival (VKSK/VOA) atau Bebas Visa Kunjungan Singkat (BVKS) tidak dapat dialihfungsikan menjadi izin tinggal dinas.

Tata cara permohonan perpanjangan izin tinggal dinas

1)    Paspor dengan masa berlaku tidak kurang dari 6 (enam) bulan;

2)    Surat izin dari instansi pengguna yang menyetujui perpanjangan penugasan WNA bersangkutan;

3)    Menyertakan nota dinas dari Sekretariat Negara (bagi Tenaga Ahli Asing dalam rangka bantuan teknik) berisi permohonan/ persetujuan perpanjangan izin tinggal WNA bersangkutan;

4)    Surat dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI (bagi Tenaga Ahli Asing dalam rangka loan) berisi permohonan/ persetujuan perpanjangan izin tinggal WNA bersangkutan;

5)    Mengisi formulir permohonan; dan

Permohonan perpanjangan diajukan minimal 2 (dua) minggu sebelum izin tinggal berakhir.


II.3. Izin Keluar dan Masuk Kembali (MERP/ SERP) Diplomatik dan Dinas

Permohonan izin keluar dan masuk kembali diplomatik diajukan kepada Kemlu c.q. Direktorat Konsuler dengan menyertakan:

1)    Nota diplomatik dari Perwakilan negara WNA tersebut di Indonesia yang ditujukan kepada Kementerian Luar Negeri RI c.q. Direktorat Konsuler berisi permohonan penerbitan atau perpanjangan MERP/ SERP untuk WNA bersangkutan;

2)    Paspor dengan izin tinggal diplomatik yang masih berlaku; dan

3)    Mengisi formulir.

Permohonan izin keluar dan masuk kembali dinas diajukan kepada Kemlu c.q. Direktorat Konsuler dengan menyertakan:

1)    Nota diplomatik dari perwakilan negara WNA tersebut di Indonesia;

2)    Surat izin dari instansi pengguna yang menyetujui perpanjangan penugasan WNA bersangkutan;

3)    Nota Dinas dari Sekretariat Negara (bagi Tenaga Ahli Asing dalam rangka Bantuan Teknik) berisi permohonan pemberian atau perpanjangan MERP / SERP yang bersangkutan;

4)    Surat dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (bagi Tenaga Ahli Asing dalam rangka loan) berisi permohonan pemberian atau perpanjangan MERP / SERP yang bersangkutan;

5)    Paspor dengan izin tinggal dinas yang masih berlaku; dan

6)    Mengisi formulir.


II.4  Izin Keluar (Exit Permit Only / EPO)

EPO diberikan kepada WNA yang telah selesai masa tugasnya dan akan meninggalkan Indonesia.

Persyaratan permohonan EPO diplomatik dan dinas:

1)    Paspor diplomatik atau paspor dinas yang masih berlaku;

2)    Izin tinggal yang masih berlaku;

3)    Nota diplomatik dari Perwakilan Asing dari WNA tersebut di Indonesia dan ditujukan kepada Kementerian Luar Negeri RI c.q. Direktorat Konsuler berisi permohonan pemberian EPO kepada yang bersangkutan (bagi pemegang izin tinggal diplomatik dan anggota keluarganya);

4)    Nota dinas dari Sekretariat Negara berisi permohonan pemberian EPO kepada yang bersangkutan (bagi Tenaga Ahli Asing dalam rangka bantuan teknik);

5)    Surat dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi berisi permohonan pemberian EPO kepada yang bersangkutan (bagi Tenaga Ahli Asing dalam rangka loan); dan

6)    Mengisi formulir.

 




KBRI London


Gedung Parlemen Inggris Raya

Peringatan 200 tahun hubungan kesejarahan RI-Inggris


ASEAN


Visit Indonesia

running3running4running5running6running7
running8running9running10
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan