Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Perwakilan

Universitas Terbuka Jangkau Hong Kong

Senin, 25 Oktober 2010

Kuliah Umum Perdana - Pembukaan Universitas Terbuka di Hong Kong

Mengusung motto “Menjangkau yang tidak terjangkau” Universitas Terbuka Indonesia (UT) kini juga menjangkau warga negara Indonesia di Hong Kong. Pada Minggu (24/10) bertempat di ruang serba guna lantai mezzanine Konsulat Jenderal RI di Hong Kong, telah dilangsungkan kuliah umum perdana UT di hadapan sekitar 80 orang calon mahasiswanya.

 

Membuka secara resmi kuliah umum perdana tersebut Konsul Jenderal Teguh Wardoyo, yang menyambut hangat dibukanya UT di Hong Kong. KJRI Hong Kong sangat mendukung pembukaan UT di HK sebagai bentuk pelaksanaan amanat konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu, Konsul Jenderal juga menekankan bahwa pendidikan adalah hak semua warga, tidak terkecuali warga Indonesia yang bekerja di luar negeri, khususnya di Hong Kong. Dalam kesempatan itu pula, kepada para calon mahasiswa diucapkan selamat sekaligus disampaikan himbauan dan dorongan agar memanfaatkan waktu untuk belajar dengan sebaik-baiknya.

 

Konsul Jenderal juga sangat menghargai upaya para calon mahasiswa—yang juga bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga di Hong Kong—yang telah membulatkan tekad untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi di tengah kesibukannya bekerja di Hong Kong. Dengan menempuh pendidikan di jenjang yang lebih tinggi melalui UT, para calon mahasiswa akan dapat memperoleh gelar dan ilmu, sehingga diharapkan dapat membawa kepada masa depan yang lebih baik.

 

Dalam kesempatan kuliah umum tersebut hadir pula Rektor UT, Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed, PhD, didampingi oleh Direktur Pasca Sarjana UT, Prof. Dr. Udin S. Winataputra, MA, serta Kepala UPBJJ-UT Jakarta, Ir. Adi Winata, MSi.  Tian Belawati menyampaikan bahwa pada dasarnya setiap negara memiliki UT. Untuk Indonesia, UT di luar negeri sudah dirintis sejak tahun 1990 dengan mendirikan UT di Arab Saudi yang dalam perjalanannya juga dibuka di Singapura, Malaysia dan kini Hong Kong. UT sendiri merupakan upaya pemerataan pendidikan karena UT diadakan untuk menjangkau orang-orang yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan lebih tinggi namun berkendala untuk melakukan kuliah tatap muka; baik kendala waktu, tempat, maupun dana.

 

Dalam paparannya Tian menjelaskan bahwa UT merupakan universitas negeri, di mana ijazahnya disetarakan dengan perguruan tinggi negeri lain di Indonesia. Kepada para calon mahasiswa Tian mengingatkan bahwa dalam UT tidak ada jalan pintas atau “calo” dan proses belajar di UT pada dasarnya tidak terpaku pada batasan waktu tertentu, sehingga tidak dikenal system Drop Out/DO. Namun hal ini tidak berarti mahasiswa bisa bermalas-malasan dalam belajar di UT. Mengingat UT tidak mengandalkan kuliah tatap muka sebagaimana pada perguruan tinggi konvensional, maka keberhasilan mahasiswa sangat tergantung pada kemandiriannya mempelajari modul-modul yang disediakan. Kendati demikian dalam UT juga disiapkan fasilitas tutorial apabila diperlukan, di mana mahasiswa dapat berdiskusi lebih lanjut dengan tutor tentang pelajaran yang kurang dipahami.

 

Kepada para calon mahasiswa, Tian juga menyampaikan agar tidak perlu ragu-ragu untuk kuliah di UT yang pada dasarnya menjadi salah satu wadah bagi seluruh warga Indonesia yang berkeinginan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Untuk saat ini, UT di Hong Kong akan membuka 2 jurusan, yaitu Administrasi Niaga dan Sastra Inggris; dan sebagaimana UT di luar negeri lainnya, UT di Hong Kong juga akan mengacu pada UPBJJ-UT Jakarta.




Gedung Indonesia


.

Pelayanan Keimigrasian bagi WNI


Publikasi


2014 INDONESIAN ARTS AND CULTURE SCHOLARSHIP


Darmasiswa Scholarship Program 2014-2015

running1running2running3running9running10
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan