Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Selamat Datang di KBRI Beirut - Welcome to Official Site of Indonesian Embassy in Beirut - أهلا وسهلا في موقع رسمي للسفارة الإندونيسية في بيروت      |       

Profil Negara dan Kerjasama

Libanon

Profil Negara Lebanon

 

REPUBLIK Lebanon atau resminya disebut Lebanese Republic (Inggris), Al Jumhuriyah Al Lubnaniyah (Arab), République Libanaise (Perancis) adalah negeri dengan topografi daerahnya berbukit-bukit dengan pantai memanjang menyusur laut Mediteranea sejauh lk 210 km dari arah utara yang berbatasan denga Suriah hingga ke selatan yang berbatasan dengan Israel. Luas wilayah seluruhnya lk 10.452 km persegi.

Total penduduk Lebanon lk. 4 juta jiwa. Meskipun demikian, masih terdapat penduduk keturunan Lebanon yang berdomisili diluar (diaspora) dalam jumlah yang cukup besar, misalnya di Brazil saja lk 12 juta, di Afrika dan beberapa negara lain. Lebanon yang masuk kategori negara Arab ini memiliki iklim empat musim; summer, fall, winter, dan spring. Di beberapa wilayah pegunungan terdapat salju dan di musim winter suhu bisa mencapai dibawah 0 derajat Celcius.

Negara Lebanon terbagi atas 6 provinsi ; Beirut, Mount Lebanon, North Lebanon, South Lebanon, Nabatieh, dan Bekaa. Dari segi agama, warga Lebanon menganut beberapa agama seperti Islam (Sunni, Syiah, dan Druze), agama Kristen (Maronit, Katolik Roma, Katolik Ortodox, dan Protestan).

 

POLSOSKAM

 

Situasi politik, ekonomi dan sosial-budaya Lebanon sangat dipengaruhi oleh perkembangan situasi regional Timur Tengah pada umumnya. Sistem politik Lebanon yang masih menganut sistem sektarian yang disebut confessionalism mudah sekali dipengaruhi oleh situasi regional.

Sistem confessionalism yang membagi kekuatan politik berdasarkan kelompok agama dan sekte sangat rentan menimbulkan perpecahan sosial-politik mengingat setiap kelompok politik berafiliasi pada kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi situasi regional, seperti kelompok pro-Suriah, pro-Iran, maupun pro-Barat (AS dan Uni Eropa).

 

MASYARAKAT


modern, dinamis, snobis, konsumtif

Pola kehidupan atau karakteristik masyarakat Lebanon dikenal cukup modern, dinamis, snobis dan konsumtif. Hal ini dapat dilihat dari pola berpakaian, jenis kendaraan yang umum terlihat di jalan raya, maraknya pusat-pusat perbelanjaan mewah.

Kehidupan malam, seperti halnya night club, café-café, serta restaurant dan hotel-hotel disepanjang pantai yang lengkap dengan fasilitas kapal mewah/yacht sampai tempat perjudian “Casino du Liban” menunjukkan kesan karakteristik masyarakat “urban-state dengan penghasilan perkapita lk. $5,770 yang dominan cenderung konsumtif. 

 

13 FAKTA TENTANG LEBANON

 

Nama negara: Lebanese Republic (Inggris). Al-Jumhuriyah Al-Lunaniyah (Arab). Republique de Libaneise (Prancis). Republik Lebanon.
Ibukota: Beirut
Letak: Berada di wilayah timur dekat (near east), di tepi timur laut mediterania/laut tengah
Perbatasan: Sebelah utara dan timur: Suriah.
 Sebelah barat: Laut tengah/mediterania
 Sebelah selatan: Israel
Wilayah: Luas 10.452 km2 dan panjang pesisir pantai 212 km.
Iklim: Musim panas (sampai 39 C), musim gugur, musim dingin (hingga bawah nol derajat, sebagian daerah sampai turun salju) dan musim semi
Propinsi: Beirut, Mount Lebanon, North Lebanon, South Lebanon, Nabatieh, dan Bekaa
Penduduk: ± 4 juta jiwa ditambah warga asing lainya ± 1.5 jiwa.
Hari Nasional: 22 nopember 1943.
Lambang Negara: Pohon Cedar / Araz.
Bahasa: Arab, Perancis dan Inggris.
Agama: Islam (Sunni, Syiah, Druze dan Alawit), Kristen (Maronit, Katolik Roma, Katolik Ortodok dan Protestan)
Ekonomi: Sumber daya alam: Pertanian
 Mata Uang: Lira Liban (LL)
 Kurs: 1$ setara dengan 1500LL
 GDP 2005 : US$ 19.6 Milyar
 GNP 2005 : US$ 16.6 Milyar

 

SEJARAH SINGKAT LEBANON

 

Era Pra- Sejarah


Sekitar tahun 3000 sebelum Masehi, bangsa pertama kali yang bermukim di Lebanon  adalah bangsa Semit Kana’an (the Kanaanites, a Smitic People) atau menurut Yunani disebut  “Phoenician”.  Karena  berdiam diri di daerah pantai, bangsa Phoenician terkenal dengan aktivitas pelayaran dan perdagangan. Pusat kekuasaannya berada di Byblos (+ 30 km utara Beirut).

Sementara  di  Sidon (+ 25 km selatan Beirut) mereka mendirikan sebuah benteng kuat dan indah yang dibangun di atas pantai. Demikian pula dengan di Baalbek, dibangun candi dewa Yupiter  yang kemegahannya tak kalah indah dengan candi-candi di kota Luxor dan Aswan, Mesir.

 

Era  Roman-Bizantium


Pada tahun 332 SM bangsa Romawi menaklukkan Phoenicia dan memerintah Lebanon sebagai bagian dari Propinsi Suriah. Pada kekuasaan Romawi itu, kota Beirut (Beyrouth) mulai berkembang. Bahasa Aramaic yang dominan di timurpun menggeser bahasa Phoenicia dan manandai integrasi  budaya  di kawasan tersrebut dengan negara-negara tetangganya. Pada era kekaisaran  Romawi  inilah agama Kristen mulai berkembang di Lebanon.

 

Era Pemerintahan Islam


Islam masuk ke Suriah dan Lebanon pada tahun 632 Masehi. Di bawah kekuasaan dinasti Umayyah dan Abbasiyah, Lebanon menunjukkan geliatnya sebagai masyarakat moderen. Pada era ini, bahasa arab menjadi bahasa resmi Lebanon dan kehidupannya menjadi bagian dari peradaban Islam yang gemilang.

Hal ini berlangsung hingga 1099 ketika para penganut Kristen dari Eropa (Crusader) menaklukkan Lebanon dan negara-negara sekitar di kawasan tersebut.  Selain memperluas ajaran Kristen, mereka juga berusaha membendung proses Arabisasi dan Islamisasi yang mengalir secara damai dalam masa pemerintahan Islam.

Sehingga para Crusader dari Eropa tersebut berusaha sekuat mungkin menancapkan pengaruh Kristen dengan cara menghidupkan budaya Barat di tengah-tengah kehidupan Islam. Tetapi pada tahun 1187 Kesultanan Mamluk berhasil menggulingkan dinasti Crusader serta menguasai Lebanon dan Suriah hingga tahun 1500.

 

Pemerintah Ottoman


Pada tahun 1516 Imperium Ottoman mengambil alih penguasaan Lebanon dari Mamluk dan memerintah Lebanon melalui keluarga Maan (1516-1697) dan Shihab (1697-1842) keduanya dari golongan Druze. Saat itu persaingan antara kelompok Kristen Maronit dan muslim Druze memanas yang berakhir dengan perang saudara pada tahun 1841, 1845, dan 1860. Pada masa itu juga masa berakhirnya pemerintahan ala dinasti para Emir (Pangeran) dan munculnya Pemerintahan Mutasyarrifiyah (Gubernur) Pemerintahan Ottoman di bawah pengawasan (mandat) lima negara.

 

Era mandat Perancis   


Konperensi  San Remo di Italia tahun 1920 memutuskan memberi mandat kepada Perancis untuk memegang pemerintahan di Lebanon dan Suriah. Selama memerintah di Lebanon, Perancis mempunyai niat baik terhadap negara ini dan menyerahkan kepemimpinan negara kepada masyarakat sehingga mayoritas rakyat Lebanon menerima Lebanon sebagai mandataris Perancis. Bahkan mereka menuntut agar Lebanon dipisahkan dari Suriah sehingga dapat berdiri sendiri. Kendati demikian, kebebasan penuh baru dapat dinikmati rakyat Lebanon setelah pasukan Perancis yang paling terakhir meninggalkan negeri ini pada tahun 1946 (walaupun secara resmi Lebanon merdeka tanggal 22 Nopember 1943).

 

Perang Saudara  (1975-1990)


Insiden ini terjadi ketika seorang warga Lebanon dan kelompok orang Palestina di Ain ar-Rummanah, Beirut pada bulan April 1975 adalah titik awal yang kemudian menjadi pemicu perang saudara ke seluruh wilayah Lebanon.

Perang  tersebut  melibatkan  kelompok-kelompok yang bersaingan, dan didukung oleh sejumlah negara tetangga. Orang-orang Kristen Maronit, yang dipimpin oleh partai Phalangis dan milisi, mula-mula  bersekutu dengan Suriah, dan kemudian dengan Israel, yang mendukung mereka dengan senjata dan latihan untuk memerangi fraksi PLO (Organisasi Pembebasan Palestina).

Sementara itu fraksi-fraksi lainnya bersekutu  dengan Suriah, Iran dan negara-negara lain di wilayah itu. Sejak 1978 Israel telah melatih, mempersenjatai, memasok dan menyediakan seragam bagi tentara Kristen Lebanon Selatan, yang dipimpin oleh Saad Haddad.

Pertempuran dan pembantaian antara kelompok-kelompok ini mengakibatkan korban hingga ribuan orang. Beberapa pembantaian yang terjadi selama periode ini termasuk pembunuhan di Karantina Januari 1976 oleh pihak Palangis terhadap para pengungsi Palestinia, pembantaian Damour pada Januari 1976 oleh PLO terhadap orang-orang Maronit dan pembantaian oleh Tel el-Zaatar  Agustus 1976  oleh Palangis terhadap orang-orang pengungsi-pengungsi Palestina.

Dua penyerbuan besar atas Lebanon oleh Israel  (1978 dan 1982) mengakibatkan tewasnya 20.000 orang,  kebanyakan kaum sipil Lebanon dan Palestina. Jumlah korban keseluruhan selama masa perang saudara ini di perkirakan sampai 150.000 orang. Perang itu juga menambah jumlah imigran Lebanon yang eksodus ke luar negeri dimana hingga saat ini diperkirakan mencapai 14 juta jiwa.

Pada tahun 1989 semua wakil kekuatan politik, partai dan sekte keagamaan sepakat mengadakan rekonsiliasi nasiaonal yang di kenal dengan “Taif Agreement” di bawah sponsor Saudi Arabia dan Suriah.

Dengan Taif Agreement perang saudara berakhir.  Kehidupan berpolitik dan bernegara diatur dengan formulasi baru berdasarkan konstitusi yang mengalami perubahan yang disepakati dalam rekonsiliasi nasional.

 



office of embassy


Informasi Komplit Tentang Lebanon

static1


static3


static4


static5

running1running2running3running4running5
running6running7running8running9running10
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan