Pidato Presiden
Istana Tampaksiring, Bali, Rabu, 21 April 2010
Sambutan Melalui Video Conference pada Peresmian Pembukaan The 12th Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT 2010)
SAMBUTAN
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA PERESMIAN PEMBUKAAN
THE 12TH JAKARTA INTERNATIONAL HANDICRAFT TRADE FAIR (INACRAFT 2010)
MELALUI VIDEO CONFERENCE
Tampak Siring, 21 April 2010
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Yang saya hormati Saudara Wakil Presiden Republik Indonesia,
Yang saya hormati Ibu Negara dan Ibu Herawati Budiono,
Yang saya hormati Menteri Perdagangan Republik Indonesia dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Kedua,
Yang Mulia para Duta Besar Negara Sahabat,
Yang saya hormati Gubernur DKI Jakarta,
Saudara Pimpinan ASEPHI, Bapak Rudi Lengkong, para Pimpinan Dunia Usaha, para Pimpinan Asosiasi Profesi Kerajinan, serta para Perajin yang saya cintai,
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Marilah kita bersama-sama, sekali lagi, memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas rahmat dan ridho-Nya, kita dapat mengikuti pembukaan Pameran Produk Kerajinan Tangan Internasional ke-1 “The 12th Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft)“ tahun 2010.
Pameran Inacraft kali ini, terasa istimewa karena bertepatan dengan hari yang sangat bersejarah bagi kaum perempuan Indonesia, yaitu Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April. Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan ucapan Selamat Hari Kartini kepada kaum perempuan di seluruh penjuru tanah air. Ini adalah hari yang sangat bersejarah.
Hari ini, 131 tahun yang lalu, tokoh penting dalam perjuangan emansipasi perempuan Indonesia dilahirkan di Jepara, Jawa Tengah. Mari kita berikan penghormatan yang setingginya kepada Ibu kita Kartini. Mari kita lanjutkan gagasan perjuangan emansipasi perempuan dalam semua bidang untuk kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara yang kita cinta i.
Saudara-saudara,
Pada pembukaan pameran Inacraft kali ini, saya tidak dapat menghadirinya secara langsung di Jakarta. Sejak dua hari lalu, saya berada di Istana Tampaksiring, Bali, untuk memimpin rapat kerja dengan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu Kedua, para gubernur, dan para ketua DPRD provinsi seluruh Indonesia. Hadir pula para pakar di bidang ekonomi, teknologi, kalangan dunia usaha, serta perguruan tinggi. Rapat Kerja kali ini membahas langkah-langkah penting dan strategis, termasuk di antaranya adalah untuk memajukan industri kreatif di negeri ini.
Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan ucapan selamat datang kepada para peserta pameran yang datang dari seluruh penjuru tanah air. Kepada para pengunjung dari mancanegara, saya ucapkan selamat datang di Indonesia. Kami senang saudara-saudara dapat berpartisipasi kembali dalam Inacraft yang diselenggarakan tahun ini. Kehadiran Saudara-saudara sangat besar artinya dalam upaya kita bersama memajukan kerajinan tangan di Indonesia.
Saya juga ingin menyampaikan penghargaan atas terselenggaranya Inacraft ke-12 yang sungguh membanggakan ini. Sebuah hasil kerja sama dan kolaborasi di antara banyak pihak yang sangat penting. Selain untuk memperkenalkan produk-produk unggulan di bidang kerajinan, pameran ini juga dapat mendorong minat pengusaha serta menumbuhkembangkan inspirasi di antara para pengrajin sendiri.
Saya sungguh berharap, pameran yang digelar untuk ke-12 kalinya ini dapat membawa manfaat dalam meningkatkan produksi dan daya saing kerajinan tangan kita. Mari kita jadikan kerajinan tangan sebagai salah satu komoditas penting yang mampu bersaing, baik di pasar domestik maupun di pasar internasional.
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Tema yang diangkat pada pameran Inacraft tahun ini, adalah: “From Smart Village to Global Market”—dari “Desa Cerdas menuju Pasar Global”. Tema ini saya nilai penting, strategis, dan inspiratif. Penting, karena industri kerajinan tangan di tanah air, sebagian besar berasal dari tangan-tangan terampil para pengrajin di desa-desa, yang tersebar di banyak penjuru tanah air. Industri ini tentu saja menyerap jumlah tenaga kerja yang sangat besar.
Strategis, karena di era perdagangan bebas sekarang ini, produk kerajinan tangan memiliki daya saing yang tinggi. Dengan kata lain, produknya diminati banyak kalangan dan memiliki harga jual yang sangat menguntungkan. Dan, inspiratif, karena kerajinan tangan merupakan produk dari sebuah kreasi dan inovasi yang menggabungkan seni dan ketrampilan bercita rasa tinggi.
Saya percaya bahwa, berbagai produk kerajinan kita ini dapat menjembatani hubungan peradaban di antara bangsa-bangsa di dunia. Melalui produk-produk itu, bangsa kita dapat makin dikenal luas, dan dipahami secara lebih baik oleh bangsa-bangsa lain di dunia.
Melalui tema itu, saya mengajak para pelaku industri dan usaha kreatif di tanah air untuk terus mengembangkan ide, kreasi, dan inovasi baru. Ide, kreasi, dan inovasi yang dapat dikontribusikan bagi peningkatan kualitas produk kerajinan nasional di pasar global.
Saudara-saudara,
Di era ini, manusia sejagat dituntut untuk makin memiliki kesadaran, tanggung jawab, dan langkah bersama untuk menyelamatkan bumi kita dari berbagai kerusakan lingkungan, termasuk pemanasan global atau global warming. Karena itulah, ekonomi kreatif yang kita kembangkan melalui pendayagunaan keindahan alam, lingkungan, warisan sejarah, dan benda-benda purbakala, juga harus tetap mengedepankan prinsip kelestarian lingkungan, di samping kelestarian warisan sejarah, tradisi, dan budaya itu sendiri.
Pengembangan industri dan usaha kerajinan tangan, sesungguhnya dapat menjadi penopang kekuatan ekonomi rakyat. Karena itu, semua potensi dan bakat dalam bidang ini, juga harus didukung dengan pengembangan kapasitas di bidang-bidang lainnya. Penguasaan manajemen, mulai dari produksi, pemasaran hingga pelayanan purna jual, perlu terus ditingkatkan. Kita perlu mengembangkan banyak aspek: mulai dari disain dan kualitas, hingga packaging dan branding.
Ke depan, kita akan berhadapan dengan tantangan global yang semakin tidak ringan. Saat ini negara-negara di dunia saling berlomba untuk dapat pulih dari keterpurukan akibat krisis keuangan global tahun 2008 lalu. Pada lingkup regional, tantangan yang harus kita kelola untuk menjadi peluang yang menguntungkan adalah, diberlakukannya ASEAN Free Trade Agreement (AFTA) dan ASEAN-China FTA (ACFTA).
Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak para pelaku usaha dan industri nasional untuk menyikapi pemberlakuan ACFTA dengan penuh percaya diri. Pemerintah telah menempuh sejumlah langkah strategis untuk memperkuat sektor usaha dan industri nasional. Pemerintah terus bekerja keras, untuk menghasilkan kebijakan-kebijakan yang memperkuat perekonomian nasional.
Melalui kesepakatan ACFTA itu pula, kita sesungguhnya dapat mencari peluang untuk menarik investasi lebih besar ke Indonesia. Lebih dari sekedar peluang, sesungguhnya ini semua adalah kerangka institusional yang dapat meningkatkan perekonomian Indonesia secara lebih sehat dan produktif. Kita diuji untuk mampu melewati periode transisional dalam dunia perdagangan.
Keberhasilan kita dalam melalui era transisional ini, akan meletakkan fondasi yang penting, bagi upaya kita bersama membangun sebuah arsitektur perekonomian global, yang tidak saja lebih bebas namun juga lebih adil. Dalam jangka menengah dan panjang, keberhasilan kita membangun fondasi itu, juga akan mengukuhkan kita sebagai pemain yang tangguh dalam percaturan perekonomian global di abad 21 ini.
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Di tengah dinamika persaingan global saat ini dan kedepan, pemerintah terus berupaya memberikan keberpihakan pada industri dan sektor usaha nasional. Perlindungan dan keberpihakan yang terbaik adalah dengan memberikan prioritas pada peningkatan daya saing produk nasional. Untuk itu, pada Rapat Kerja dengan para menteri, gubernur dan ketua DPRD provinsi dari seluruh tanah air, di Bali ini, kita akan mempercepat pembentukan Komite Inovasi Nasional dan Komite Ekonomi Nasional.
Pembentukan ke dua Komite itu, kita tujukan untuk memfasilitasi kerja sama yang makin produktif antara sektor dunia usaha, industri, dan semua pemangku kepentingan terkait. Insya Allah, dengan cara itu, daya saing produk industri nasional dapat terus kita tingkatkan.
Di sisi lain, beberapa peraturan dan kebijakan kita keluarkan, untuk menjaga mutu dan standar barang impor. Kita juga mengeluarkan kebijakan investasi yang lebih transparan, efisien, dan ramah bagi dunia usaha. Kita perluas penerapan sistem pelayanan perijinan yang terbuka dan cepat. Pelayanan perizinan yang terbuka dan cepat, dapat menciptakan bisnis yang lebih efisien dan terbebas dari ekonomi berbiaya tinggi, high cost economy.
Pada kesempatan yang penting ini, sekali lagi saya mengajak kalangan pelaku usaha kreatif di tanah air, untuk menghasilkan produk kreatif bermutu tinggi, dengan harga yang lebih kompetitif. Kita patut mencermati, bahwa di era globalisasi yang makin terbuka, berbagai produk seni dan kerajinan dari negara lain, akan menjadi saingan produk kerajinan kita.
Persaingan produk itulah yang harus kita jawab dengan kreativitas dan inovasi produk yang lebih maju. Mari kita cermati perkembangan isu-isu perdagangan internasional, antara lain, tuntutan terhadap produk yang ramah lingkungan, dan produk yang peduli akan kesehatan. Pasar Global dan dunia Internasional akan memberikan penghargaan yang tinggi, jika produk kita tidak merusak sumber daya alam.
Tidak kalah penting dengan semua itu adalah, mendaftarkan dan mempromosikan merek atau brand, untuk produk yang dihasilkan. Di beberapa kesempatan, telah sering saya sampaikan pentingnya pendaftaran merek ini. Merek ini sangat penting di era pasar bebas sekarang ini. Selain itu, mendaftarkan perlindungan terhadap hak paten dan hak atas kekayaan intelektual (HaKI), juga sangat penting sebagai jaminan dan perlindungan atas karya kita sendiri. Jangan sampai terjadi lagi, produk yang sesungguhnya merupakan hasil karya dan kreativitas bangsa kita, justru didaftarkan patennya oleh bangsa lain.
Mari kita tingkatkan pula sinergi antara ekonomi, teknologi, dunia usaha, serta perguruan tinggi secara terus-menerus. Dalam pertemuan di Tampak Siring ini, alhamdulillah, makin terbangun sinergi pemikiran dan langkah-langkah strategis ke depan dari kalangan dunia usaha, akademisi, dan para ahli teknologi inovasi untuk, di antaranya, membangun dan menumbuhkan ekonomi kreatif.
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya ingin mengajak kita semua, untuk terus memberikan perhatian dan upaya terbaik pada pertumbuhan ekonomi kreatif di negeri ini. Kepada segenap warga bangsa di seluruh tanah air, saya mengajak saudara semua untuk memperkuat pasar dalam negeri. Mari kita lanjutkan kampanye “Aku Cinta Indonesia”, yang telah kita luncurkan pada pembukaan pameran Inacraft tahun lalu.
Mari kita kita galakkan kecintaan dan kebanggaan kita terhadap produk-produk karya bangsa sendiri. Mari kita berikan pula dukungan, agar produk Indonesia memiliki kualitas dan daya saing yang tinggi, sehingga makin mampu bersaing di pasar global.
Kepada jajaran pemerintah dan pemerintah daerah, jajaran BUMN, jajaran Dekranas dan Dekranasda, serta ASEPHI, sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi, atas konsistensi saudara memfasilitasi para perajin pada pameran INACRAFT setiap tahunnya. Mari kita pastikan agar pola mitra binaan itu dapat terus kita tingkatkan, baik pada kualitas produk, promosi dan pemasaran, serta manajemen usaha.
Akhirnya, dengan terlebih dahulu memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, dan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, The 12th Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT), Pameran Inacraft Ke-12 tahun 2010, dengan ini saya nyatakan dengan resmi dibuka.
Terima kasih,
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.