Mohon periksa sesuai
dengan yang disampaikan
Pengantar dan Laporan Menlu RI
Dr. R.M. Marty M. Natalegawa
Pada Paparan Presiden RI Kepada Perwakilan Asing dan Organisasi Internasional di Tanah Air Mengenai Perkembangan di Indonesia
Yang terhormat Bapak Presiden Republik Indonesia,
Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II,
Para Duta Besar, Kuasa Usaha dan Pimpinan Organisasi Internasional,
Hadirin yang berbahagia,
Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Atas perkenan rahmat dan karunia-Nya, kita masih diberikan kekuatan untuk melanjutkan pengabdian kita bagi bangsa dan negara kita dan kesejahteraan umat manusia.
Sungguh merupakan sebuah kehormatan bagi kami semua di Kementerian Luar Negeri dan jajaran diplomatik di tanah air, bahwasanya di tengah berbagai kesibukan, Bapak Presiden berkenan hadir di tengah-tengah kita pada pagi hari ini.
Untuk itu, mewakili semua yang hadir, kami ingin menyampaikan ungkapan terima kasih yang mendalam atas perkenan kehadiran Bapak Presiden pada kesempatan yang baik ini.
Kesempatan mendengarkan paparan Bapak Presiden secara langsung hari ini mengenai kondisi mutakhir di tanah air, merupakan kesempatan yang sangat berharga.
Dengan perkenan Bapak Presiden, izinkan kami pula menyampaikan ucapan selamat datang kepada kepala perwakilan dan pimpinan organisasi internasional di Kementerian Luar Negeri ini.
Di Gedung Pancasila yang memiliki nilai sejarah dalam perjalanan perjuangan bangsa ini dan dalam perjuangan diplomasi Indonesia khususnya.
Bapak Presiden yang terhormat,
Perkenankanlah kami pada kesempatan ini melaporkan bahwa di hadapan Bapak saat ini telah hadir Kepala Perwakilan asing di tanah air, baik Duta Besar maupun Kuasa Usaha dan pimpinan organisasi internasional yang berkedudukan di Jakarta.
Dewasa ini terdapat tidak kurang dari 128 perwakilan asing, perwakilan tetap untuk ASEAN dan organisasi internasional di Jakarta.
Perwakilan asing di Indonesia merupakan perwakilan dari berbagai negara di seluruh penjuru dunia; dari Azerbaijan di Asia Tengah hingga Zimbabwe di Afrika bagian selatan; dari Panama di Amerika Tengah hingga Finlandia di utara Eropa.
Perwakilan asing yang berada di Jakarta juga beragam, dari negara maju hingga berkembang, dari negara kepulauan hingga landlocked developing countries.
Demikian pula keberadaan organisasi internasional di Jakarta yang bergerak dalam berbagai isu seperti sekretariat ASEAN, UNDP, ILO dalam bidang perburuhan hingga wakil WHO untuk isu kesehatan.
Keragaman ini mencerminkan jangkauan dan aspek multi dimensi kebijakan politik luar negeri Indonesia.
Bapak Presiden yang terhormat,
Dapat kami laporkan pula, dengan berbagai perkembangan di tanah air dan semakin berkembangnya ASEAN menjadi organisasi kawasan yang semakin memiliki pengaruh di tingkat global, Jakarta akan semakin menjadi salah satu diplomatic capital bagi kawasan Asia Timur.
Pada tahun 2011 yang lalu misalnya, tercatat 5 negara telah membuka perwakilan di Indonesia yaitu kedutaan besar Belarus, Fiji, Kolombia, Paraguay dan Konsulat Jenderal RRT di Medan.
Pada tahun 2011 yang lalu pula, sebanyak 16 negara telah menetapkan perwakilan negaranya untuk ASEAN di Jakarta. Dengan demikian, hingga akhir tahun 2011, tercatat 61 negara yang telah memiliki Wakil Tetap untuk ASEAN.
Pada tahun 2012 ini, beberapa negara telah merencanakan akan membuka perwakilan di Jakarta antara lain Georgia, Oman, dan Vanuatu.
Di saat yang sama, pada tahun 2011 yang lalu, 11 Perwakilan Indonesia di beberapa negara yang baru di buka telah mulai beroperasi.
Melalui keberadaan perwakilan asing di Jakarta dan perwakilan Indonesia di luar negeri, terbentang peluang yang lebih luas untuk semakin meningkatkan kerjasama bilateral dan multilateral pada masa yang akan datang.
Bapak Presiden yang terhormat,
Hadirin yang berbahagia,
Menjadi tugas yang melekat sebagai Duta Besar atau pimpinan organisasi internasional termasuk di Indonesia, untuk memperdalam dan memperluas hubungan bilateral dengan negara dimana Duta Besar tersebut ditugaskan.
Tugas yang sangat mulia ini tentunya tidak ringan.
Peran dan kehadiran Duta Besar sangat penting, khususnya di dunia saat ini yang semakin kompleks dan dipenuhi ketidakpastian.
Dimana tidak ada satupun negara yang dapat menyelesaikan tantangan global saat ini secara sendiri.
Kerjasama internasional mutlak dibutuhkan.
Disinilah peran penting dari kehadiran seorang Duta Besar.
Secara khusus, pada era dewasa ini, perkembangan teknologi informasi memberikan dampak bagi tugas dan fungsi seorang diplomat, terutama Duta Besar.
Dunia dimana informasi sangat beragam dan real time.
24/7 cycle.
Tentu situasi ini memberikan peluang dan tantangan bagi seorang Duta Besar.
Tidak terkecuali di Indonesia.
Duta Besar memiliki akses informasi dari berbagai sumber secara terbuka.
Namun disaat yang sama, kondisi dimaksud memberikan tantangan bagi Duta Besar untuk dapat menyarikan esensi dan memberikan makna dari informasi yang tersedia.
Inilah sekali lagi pentingnya peran dan tugas Duta Besar.
Menyadari hal tersebut, melalui berbagai cara, media dan forum, Kementerian Luar Negeri senantiasa berkomunikasi dengan perwakilan asing khususnya para Duta Besar untuk memberikan informasi yang tepat waktu, akurat, relevan dan utuh mengenai kebijakan dan perkembangan di Indonesia.
Kesemuanya dilakukan untuk memberikan informasi yang akurat dan mutakhir mengenai kebijakan dan perkembangan di tanah air dengan utuh.
Namun, lebih dari itu semua, acara pada pagi hari ini kami kira merupakan kesempatan yang istimewa, dimana Bapak Presiden berkenan berinteraksi langsung dengan para Duta Besar dan pimpinan organisasi internasional di Jakarta.
Bapak Presiden berkenan menyampaikan perkembangan di tanah air dan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Indonesia secara komprehensif.
Sekali lagi kami sampaikan terima kasih atas perkenan Bapak Presiden untuk hadir pada kesempatan kali ini.
Untuk itu kami mohon perkenan Bapak Presiden untuk dapat menyampaikan paparan mengenai perkembangan di tanah air kepada hadirin pada kesempatan kali ini.
Demikian,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.