Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Pidato Menteri Luar Negeri

Penjelasan Pemerintah (Menlu RI) Pada Rapat Kerja Komisi I DPR RI Tentang Rencana Pembukaan Hubungan Diplomatik Dengan 21 Negara

Senin, 29 Nopember 2010

Bismillahirahirahmanirahim,
Assalamulaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam Sejahtera bagi kita semua,
Yang terhormat Bapak Ketua, Wakil Ketua dan Anggota Komisi I DPR RI,
Para hadirin yang terhormat,
 
Puji syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga kita bersama masih dapat melanjutkan pengabdian kita kepada bangsa dan negara yang kita cintai ini.
 

Perkenankanlah kami menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Pimpinan dan anggota Komisi I DPR RI atas terlaksananya rapat kerja kali ini terkait rencana Pemerintah RI untuk membuka hubungan diplomatik dengan 21 negara di berbagai kawasan.

Hal ini tentunya merefleksikan komitmen kita semua, secara bersama, antara pemerintah dan parlemen
, khususnya Komisi I DPR RI, untuk memastikan pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif yang diabdikan untuk kepentingan nasional Indonesia.

Bapak
Ketua, Wakil Ketua dan para Anggota Komisi I yang kami hormati,
Para hadirin yang terhormat,

Sesuai dengan amanat UUD 1945 dan berlandaskan UU no. 37 tahun 1999 mengenai Hubungan Luar Negeri, menyebutkan
antara lain bahwa pembukaan dan pemutusan hubungan diplomatik atau konsuler dengan negara lain ditetapkan oleh Presiden dengan memperhatikan pendapat Dewan Perwakilan Rakyat.

Oleh karenanya, pada hari ini, proses rencana pembukaan hubungan diplomatik dengan 21 negara sahabat kita mulai gulirkan bersama, antara Pemerintah dan DPR RI.

Seluruh proses
pembahasan dengan negara sahabat akan segera dimulai setelah mendengarkan pandangan, pendapat dan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat khususnya anggota Komisi I DPR RI pada pagi hari ini.

Bapak Ketua, Wakil Ketua dan para Anggota Komisi I yang kami hormati,
Para hadirin yang terhormat,

Pada paruh kedua abad ke-21 ini perkembangan dunia berubah dengan sangat cepat. Substansi permasalahan yang dihadapi dalam hubungan internasional semakin luas dan kompleks. Tantangan yang dihadapi masyarakat internasional tidak dapat diselesaikan secara sendiri oleh satu negara.  Tentunya, kerjasama internasional dengan seluruh negara mutlak dibutuhkan.

Hal ini semakin menuntut politik luar negeri Indonesia untuk lebih aktif, cepat, dan tanggap untuk memastikan kerjasama internasional
yang kuat dan efektif baik di tingkat bilateral, regional maupun multilateral.

Pada tingkat multilateral misalnya, pelaksanaan polugri dalam kerjasama multilateral dilakukan melalui peningkatan peran aktif dan kepemimpinan Indonesia dalam berbagai isu global. Peran Indonesia senantiasa diarahkan untuk menjadi bagian dari solusi (part of the solution) bagi permasalahan global.

Pada tingkat kawasan, dengan semakin mengemukanya peran kawasan Asia dan Pasifik, Indonesia sangat menyakini bahwa kiprah dan kontribusi Indonesia di kawasan akan berdampak positif terhadap peran dan kiprah Indonesia di dunia. Indonesia senantiasa memberikan kontribusi pemikiran yang konkret “intellectual leadership” untuk kemajuan keamanan dan kesejahteraan di kawasan yang pada gilirannya memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian dan keamanan internasional.

Pada tingkat bilateral, Indonesia senantiasa menjalin persahabatan dengan berbagai negara di belahan dunia saat ini. Indonesia senantiasa menjalankan politik bebas aktif yang semata didasarkan pada kepetingan nasional Indonesia.

Bapak Ketua, Wakil Ketua dan para Anggota Komisi I yang kami hormati,
Para hadirin yang terhormat,
 
Sebagaimana dimaklumi, saat ini telah terdapat 192 (seratus sembilan puluh dua) negara anggota PBB. Dari jumlah tersebut, Indonesia telah memiliki hubungan diplomatik dengan 169 negara. 

Dengan demikian tinggal 21 negara anggota
PBB lainnya yang masih belum memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia.

Selaras dengan semakin meningkatnya peran politik luar negeri Indonesia, maka Pemerintah
pada kesempatan ini menyampaikan  kepada anggota Dewan yang terhormat rencana pembukaan hubungan diplomatik dengan 21 negara yaitu:

Wilayah Pasifik
Nauru
Kiribati
Tuvalu

Wilayah Asia:
Bhutan


Wilayah Afrika:
Mauritania
Niger
Chad
Republik Afrika Tengah
Equatorial Guinea
Sao Tome & Principe
Malawi
Botswana

Wilayah Amerika:
Belize
El Salvador

Wilayah Karibia:
Haiti
Republik Dominica
Saint Kitts & Nevis
Antigua dan Barbuda
Barbados

Wilayah Eropa:
San Marino
Montenegro

Sebagaimana dimaklumi bersama, dalam 10 tahun terakhir ini, Indonesia telah membuka hubungan diplomatik dengan
setidaknya 6 negara sahabat, yang terakhir dengan Marshall Islands, pada tanggal 21 Mei 2004 dan dengan Palau tanggal 6 Juli 2007.

Bapak Ketua, Wakil Ketua dan para Anggota Komisi I yang kami hormati,
Para hadirin yang terhormat,

Usulan pembukaan hubungan diplomatik dengan 21 negara ini semata didasari atas pertimbangan kepentingan nasional Indonesia.

Secara umum, tentunya terdapat kepentingan politik bagi Indonesia untuk membuka hubungan diplomatik dengan ke-21 negara tersebut. Hal ini
merupakan bentuk pengakuan secara de jure atas hubungan baik yang selama ini telah terjalin dengan ke-21 negara dimaksud dan akan semakin dapat dikukuhkan pada masa yang akan datang.

Secara khusus, pembukaan hubungan diplomatik dengan 8 negara Afrika, 2 negara Amerika Tengah dan 2 negara Eropa memungkinkan Indonesia dapat secara proaktif untuk membuka
perluasan akses pasar non tradisional bagi produk-produk ekspor Indonesia, khususnya di kawasan Afrika yang dapat dikategorikan sebagai pasar potensial di masa datang.

Hal ini juga dimaksudkan untuk memaksimalkan potensi diplomasi untuk mendukung tujuan pembangunan nasional untuk mensejahterakan rakyat Indonesia.

Adapun pembukaan hubungan diplomatik dengan negara di kawasan Pasifik adalah antara lain untuk memperkukuh Look-East Policy Indonesia dengan seluruh negara di kawasan Pasifik
.

Hal ini
guna memastikan tidak terbukanya ruang sedikitpun bagi upaya disintegrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Indonesia juga memiliki kepentingan serupa menyangkut masalah perubahan  iklim dan perikanan dengan negara-negara pulau di Pasifik.

Adapun hubungan dengan negara di kawasan Karibia didasari atas kepentingan bersama antara Indonesia dan negara dimaksud dalam kerangka kerjasama negara berkembang kepulauan kecil (Small Island Developing State). Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki kepentingan bersama dengan negara di kawasan tersebut dalam isu perubahan iklim misalnya, ketahanan pangan dan energi serta managemen penanggulangan bencana yang dapat terus diperkuat dengan negara-negara di Kepulauan Karibia.

Yang juga tidak kalah penting dan ini merupakan prioritas pemerintah adalah
pembukaan hubungan diplomatik diharapkan akan mempermudah Pemerintah RI dalam memberikan bantuan, perlindungan, termasuk pelayanan kekonsuleran kepada WNI yang berada di 21 wilayah negara dimaksud.

Sebagaimana dimaklumi, dalam era globalisasi saat ini, adalah merupakan keniscayaan kemungkinan WNI berada di seluruh penjuru dunia saat ini.


Pengalaman gempa di Haiti memberikan pelajaran berharga bagi kita semua khususnya kementerian Luar Negeri terhadap arti penting memiliki hubungan diplomatik dengan seluruh negara di dunia ini untuk memastikan komitmen kepedulian dan keberpihakan dapat langsung dirasakan oleh WNI kita yang sedang berada di luar negeri.

Bapak Ketua, Wakil Ketua dan para Anggota Komisi I yang kami hormati,
Para hadirin yang terhormat,

Pada kesempatan kali ini, d
apat disampaikan pula bahwa pembukaan hubungan diplomatik dimaksud tidak harus segera dilanjutkan dengan pembukaan Perwakilan RI di negara-negara tersebut. Pelaksanaan hubungan diplomatik dapat dirangkap oleh Perwakilan RI di sekitarnya yang penetapannya akan diatur lebih lanjut oleh Kementerian Luar Negeri sesuai dengan asas kemanfaatan, efektifitas dan efisiensi.

Demikian penjelasan Pemerintah kami sampaikan dan atas nama Pemerintah sekali lagi kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan para anggota Komisi I  yang terhormat yang telah mengacarakan rapat kerja ini.

Kami mengharapkan pembahasan akan berjalan lancar dan produktif sehingga kita semua pada akhirnya dapat menyetujui secara bersama usulan pembukaan hubungan diplomatik dengan 21 negara
tersebut.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua dalam menjalankan amanah dan bakti kita semua pada bangsa dan negara yang kita cintai ini.

Sekian dan terima kasih
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh






AksesInvitesPPTM 2013Majalah QuAsPengumuman Rekrutmen CPNS Kemlu Tahun Anggaran 2013
Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. NatalegawappidDiplomasi Indonesia 2013ASEAN Selayang PandangLPSE
Pedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali AlatasPeluangAyo Kita Kenal ASEAN
QuAs edisi 4BSBI 2014PusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Buletin Komunitas ASEAN
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan