No. 152/PR/VII/2010/53
Pada tanggal 8 Agustus 2010, Organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations atau ASEAN) genap berusia 43 tahun.
Selama kurun waktu tersebut ASEAN terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi regional yang berperan penting dalam menjaga dan memelihara stabilitas politik serta menciptakan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan pengembangan kebudayaan di negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Semua pencapaian ini diraih berkat adanya rasa saling percaya dan kerjasama dari semua pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun anggota masyarakatnya.
Untuk memperingati hari jadi yang ke-43 ASEAN, Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang betujuan untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan ASEAN kepada masyarakat luas. Adapun kegiatan yang diselenggarakan adalah sebagai berikut:
- Pembagian souvenir dan informasi mengenai ASEAN kepada masyarakat luas yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus 2010 pukul 07.00 s/d 10.00 WIB, bertempat di lapangan Parkir Timur Gelora Senayan. Kegiatan serupa juga akan diselengarakan pada tanggal 8 Agustus 2010 bertempat di lapangan Monumen Nasional (Monas).
- Penyelenggaraan resepsi Hari Ulang Tahun ke-43 ASEAN bertempat di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI pada tanggal 7 Agustus 2010, pukul 18.30 WIB s/d selesai. Menteri Luar Negeri DR. R.M. Marty Natalegawa akan bertindak sebagai tuan rumah dan menjamu tamu-tamu undangan yang berasal dari kalangan korps diplomatik dan para pemangku kepengtingan di ASEAN seperti akademisi, wakil dunia usaha, penggiat LSM dan media massa.
- Penyiaran sambutan Menteri Luar Negeri DR. R.M. Marty Natalegawa mewakili Pemerintah RI, Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan mewakili Sekretariat ASEAN dan Perwakilan Tetap Vietnam untuk ASEAN Duta Besar Vu Dang Dung mewakili Ketua ASEAN 2010, di Stasiun TVRI pada tanggal 8 Agustus 2010.
ASEAN yang didirikan oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand di Bangkok, 8 Agustus 1967 bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, serta memajukan perdamaian di kawasan.
Dalam perkembangnya, ASEAN semakin tumbuh dan berkembang sebagai suatu organisasi yang solid. Keanggotaan ASEAN bertambah dari lima negara menjadi sepuluh negara dengan masuknya negara anggota baru yaitu Brunei Darussalam, Vietnam, Kamboja, Laos dan Myanmar.
Perkuatan ASEAN terus berlanjut dengan disepakatinya Piagam ASEAN pada 15 Desember 2008, dimana ASEAN menjadi suatu organisasi kawasan yang sama sekali baru, dengan aturan hukum yang jelas dan memiliki legal personality serta menuju pada upaya untuk mewujudkan Komunitas ASEAN pada tahun 2015.
Bagi Indonesia, pewujudan Komunitas ASEAN 2015 merupakan salah satu fokus kebijakan luar negeri dan upaya menyelenggarakan kemitraan dengan seluruh negara di Asia Tenggara.
(Sumber:Kerjasama Fungsional ASEAN)