No. 150/PR/VII/2010/53
Kompleksitas isu-isu maritim di Asia Tenggara sudah sejak lama menjadi perhatian utama bagi ASEAN. Deklarasi ASEAN Concord II (Bali Concord II) yang ditandatangani di Bali, 7 Oktober 2003, menegaskan bahwa isu maritim dan semua yang terkait dengannya adalah isu yang bersifat lintas batas, karenanya harus dibahas dalam forum regional melalui suatu pendekatan yang menyeluruh dan integral. Lebih jauh, pembentukan ASEAN Maritime Forum (AMF) adalah salah satu tindakan penting yang harus dilakukan sesuai Cetak Biru Komunitas Politik-Keamanan.
Sebagai tindak lanjut dari pemikiran di atas, Indonesia mengadakan pertemuan pertama AMF tanggal 28-29 Juli 2010 di Surabaya. Forum dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, Bapak Triyono Wibowo. Diskusi yang berlangsung dalam forum dipimpin dan dimoderatori oleh antara lain: Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, Dubes/Watap RI untuk ASEAN dan Direktur Politik-Keamanan, Ditjen Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI.
Kota Surabaya dipilih sebagai tempat penyelenggaraan sebagai suatu bentuk penghargaan dan pengakuan atas peran kota tersebut dalam sejarah kemaritiman Indonesia. Forum ini dihadiri oleh para Pejabat Senior ASEAN, Wakil dari Perutusan Tetap untuk ASEAN, Pejabat Senior dari Badan-badan sektoral di bawah ASEAN terkait isu maritim dari seluruh Negara-negara ASEAN serta wakil dari Sekretariat ASEAN. Para pembicara ahli seperti Dr. So Umezaki dari Economic Research Institute for ASEAN and East-Asia (ERIA), Bantarto Bandoro dari President University Indonesia dan Robert C. Beckman dari Center for International Law, National University of Singapore telah mengkonfirmasikan kehadiran dan kesediaan untuk berbagi pemikiran-pemikiran mereka yang produktif dalam diskusi.
Pertemuan pertama AMF akan mendiskusikan masalah-masalah terkait dengan isu maritim seperti connectivity, maritime security dan search and rescue to assist persons and vessels in distress at sea. Pertemuan ini juga akan mendiskusikan dan mengidentifikasi kegiatan ASEAN Maritime Forum di masa datang seperti: pemutakhiran konsep AMF, identifikasi topik dan perencanaan pelaksanaan AMF ke depan, serta mencari bentuk-bentuk kerjasama nyata yang dapat diimplementasikan di bidang maritim.
Pembentukan AMF ini sangat tepat karena selain merupakan pengejawantahan Cetak Biru Pembentukan Komunitas ASEAN untuk meningkatkan keterhubungan kawasan yang mendukung pencapaian Komunitas ASEAN tahun 2015, forum ini juga diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi lintas-sektor sebagai acuan bagi badan-badan sektoral ASEAN dalam menjawab isu-isu terkait maritim sesuai fungsi dan tanggung jawabnya. (sumber: Dit. Kerjasama Polkam ASEAN)