Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Siaran Pers

Pertemuan Kelompok Ahli (PKA)”60 Years of Indonesia – Russia Relations: ADVANCING COMMON INTERESTS”

Rabu, 30 Juni 2010

No. 128/PR/VI/2010/53

Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK), Kementerian Luar Negeri bekerjasama dengan KBRI Moskow, dan Center for Strategic and International Studies (CSIS) Jakarta telah menyelenggarakan Pertemuan Kelompok Ahli (PKA) dengan tema ”60 Years of Indonesia-Russia Relations: ADVANCING COMMON INTERESTS” pada tanggal 30 Juni 2010 di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri.

PKA ini bertujuan untuk memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Rusia serta untuk memperoleh berbagai masukan guna merumuskan rekomendasi kebijakan bagi Pimpinan Kementerian Luar Negeri mengenai upaya-upaya meningkatkan hubungan Indonesia – Rusia di berbagai bidang baik dalam lingkup bilateral, regional,dan global di masa mendatang.
 
Hubungan bilateral Indonesia – Rusia telah mengalami pasang surut. Pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno, hubungan Indonesia dengan Rusia sangat dekat dengan ditandai beberapa proyek-proyek bantuan Rusia kepada Indonesia seperti antara lain Rumah Sakit Persahabatan, Krakatau Steel, dan Stadium Gelora Bung Karno, namun hubungan antara kedua negara ini kurang berkembang pada waktu kepemimpinan Presiden Soeharto.

Sejalan dengan perubahan politik domestik masing-masing negara pada akhir 1990an, hubungan Indonesia dan Rusia memasuki babak baru dimana hubungan kedua negara didasarkan pada adanya kesamaan kepentingan.

Hal ini dapat dilihat dari kunjungan kepala negara kedua negara yang diawali oleh Presiden Megawati Soekarno Putri pada tahun 2003 ke Rusia dan penandatangan Declaration of Friendly and Partnership Relations  selama dalam kunjungan tersebut. Selanjutnya hubungan kedua negara ditandai dengan kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Rusia pada tahun 2006 dan kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Indonesia pada tahun 2007.

Semenjak ditandatanganinya Declaration of Friendly and Partnership Relations  tersebut volume perdagangan Indonesia – Rusia mengalami peningkatan yang cukup significant yaitu pada tahun 2004 volume perdagangan Indonesia – Rusia menunjukkan besaran US$ 480 juta dan pada tahun 2005 mencapai US$ 680 juta atau naik sekitar 42%.

Meskipun pada tahun 2006 dan 2007 hanya naik sebesar 13% dari US$ 689 juta ke US$ 777 juta namun pada tahun 2008 naik lebih dari 100% yaitu mencapai US$ 1.6 miliyar. Sementara kerjasama Indonesia dan Rusia di forum regional dan global selama ini berlangsung baik seperti antara lain dalam kerangka ASEAN, ARF, APEC, PBB, dan G-20.

Pertemuan Kelompok Ahli ini dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI Bapak Triyono Wibowo setelah terlebih dahulu menyampaikan paparan kunci. Nara sumber PKA ini terdiri dari para pakar dari Rusia dan Indonesia yakni Mr. Mikhail Kouritsyn, Dr. Victor Sumsky, Prof. Dr. Dividescu Cristina, Fachrurodji, MA, Rizal Sukma, Umar Juoro, MA, dan Prof. Azyumardi Azra dan yang bertindak sebagai moderator adalah Jusuf Wanandi, Dr. Bima Arya Sugiarto, dan Dr. Siswo Pramono. PKA dihadiri oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia  Mr. Alexander A. Ivanov, Duta Besar Indonesia untuk Rusia Bapak Hamid Awaludin, dan Kepala BPPK Ibu Artauli RMP Tobing, perwakilan negara-negara sahabat di Jakarta, wakil instansi pemerintah pusat, akademisi, dan pemangku kepentingan terkait. (Sumber:P2K2 Amerop)

 






AksesInvitesPPTM 2013Majalah QuAsPengumuman Rekrutmen CPNS Kemlu Tahun Anggaran 2013
Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. NatalegawappidDiplomasi Indonesia 2013ASEAN Selayang PandangLPSE
Pedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali AlatasPeluangAyo Kita Kenal ASEAN
QuAs edisi 4BSBI 2014PusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Buletin Komunitas ASEAN
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan