Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Utama

Wamenlu di Astana: Indonesia Tegaskan Komitmen Untuk Dukung Kerjasama CICA

Minggu, 16 September 2012

“Indonesia sangat menghargai upaya dialog yang digagas oleh CICA sebagai salah satu mekanisme dalam memecahkan masalah secara bersama-sama”. Untuk itu, Indonesia berkomitmen untuk senantiasa mendukung kerjasama CICA. Hal ini ditegaskan Wamenlu Wardana dalam Forum Commemorative Session and The 4th Conference on Interaction  and  Confidence Building Measures in Asia (CICA) Meeting of the Ministers of Foreign Affairs, yang diselenggarakan di Palace of Independence, Astana, Kazakhstan (12/09).

Dalam kesempatan tersebut Indonesia juga menekankan pentingnya capacity building dalam menghadapi isu-isu transnasional yang menjadi prioritas CICA, seperti penyelundupan manusia, perdagangan obat bius, dan ancaman terorisme.

Sebagai observer, Indonesia telah berpartisipasi aktif dalam pertemuan-pertemuan CICA dan akan terus berusaha untuk menunjukkan peran aktifnya dalam mewujudkan dunia yang lebih baik.

Sementara itu, Presiden Kazakhstan, Nursultan Nazarbayev, dalam pidato pembukaan Sidang CICA menyampaikan sejak CICA digagas dalam Sidang Umum PBB tahun 1992 dan dalam usianya yang ke-20 ini, CICA telah menjadi organisasi kawasan yang anggotanya hampir meliputi seluruh negara-negara Asia.

Kerjasama CICA juga telah berkembang dari lingkup kerjasama politik dan keamanan bertambah dengan adanya kerjasama di bidang ekonomi.

“Karena itu CICA ke depan akan dibuat lebih solid dengan ditetapkannya iuran keanggotaan, mekanisme pemilihan ketua dan reorganisasi”, ujar Presiden Nursultan.

Peran CICA juga diharapkan dapat lebih dikembangkan dengan membangun platform hubungan kerjasama dengan organisasi kawasan lainnya, seperti ASEAN, ACD, ECO, SCO, dan OSCE. Presiden Kazakhstan juga menyambut gembira dengan kesediaan China untuk menjadi Ketua CICA periode 2014-2016.

Pada akhir pertemuan, disepakati pernyataan bersama 
Declaration of the Fourth Meeting of the Ministers of Foreign Affairs of the Conference on Interaction and Confidence Building Measures in Asia”, oleh para negara anggota.

Anggota CICA saat ini sebanyak 24 negara, dan observer terdiri dari 8 (delapan) negara dan 10 organisasi internasional. Bangladesh saat ini tengah mengajukan diri untuk menjadi anggota CICA. Pertemuan CICA tingkat menteri berlangsung setiap 2 (dua) tahun dan untuk Kepala Negara/Pemerintahan berlangsung setiap 4 (empat) tahun dengan status Ketua saat ini dijabat oleh Turki sampai periode 2014. (Sumber: KBRI Astana/Ed.PY)








AksesPPTM 2013Majalah QuAsDiplomasi Indonesia 2010Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. Natalegawa
ASEAN Selayang PandangLPSEPedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali Alatas
Ayo Kita Kenal ASEANPusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Proses dan Tata CaraMarket Info dan Info Pasar
MDGs ReviewPerpustakaan Hukum Kementerian Luar NegeriSekretariat Kabinet Museum Konferensi Asia AfrikaTDRMC
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan