|
|
Berita Utama
Indonesia-Jerman Rayakan 60 Tahun Hubungan Diplomatik
Jumat, 14 September 2012
Event perayaan hubungan diplomatik RI – Republik Federal Jerman (RFJ) ke-60 tahun yang digelar oleh KJRI Hamburg (10/9/2012) memberikan kesan khusus atas upaya kerjasama yang dibangun oleh Perwakilan RI di Jerman. Menurut Konjen RI Hamburg, M. Estella Anwar Bey, Jerman memandang peningkatan kerjasama dengan Indonesia merupakan bagian penting dari strategi hubungan luar negerinya di kawasan Asia.
Sedangkan bagi Indonesia, Jerman merupakan mitra utama di kawasan Eropa mengingat peranannya yang sangat dominan di Uni Eropa. “Kedua negara senantiasa berupaya mempererat kerjasama di berbagai bidang,” ujar konjen RI Hamburg.
”Saya berharap agar pemerintahan dan media Hamburg kiranya dapat memberi perhatian lebih banyak kepada Indonesia mengingat Indonesia merupakan the Sleeping Giant yang perekonomiannya tengah menggeliat”, lanjut Konjen RI Hamburg tersebut.
Sementara itu, Dr. Dorothee Stapelfeldt (Wakil Walikota Hamburg) yang hadir sebagai tamu kehormatan mewakili Pemerintah Hamburg memulai sambutannya dengan mensitir kata pepatah: ”Jauh di mata dekat di hati”.
“Jarak Indonesia – Hamburg yaitu sekitar 11.000 km, namun jarak yang jauh tersebut sekarang ini dapat dijangkau dengan uang sekitar 600 Euro,” ujar Dr. Dorothee.
“Terkait dengan hubungan RI – RFJ yang pada tahun ini genap berusia 60 tahun, lebih dari 50 kegiatan telah diselenggarakan oleh kedua pihak dalam rangka merayakan hubungan diplomatik,” lanjut Wakil Walikota Hamburg itu.
Sementara itu, pihaknya mengamati dan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada perwakilan RI terkait kerjasama bilateral kedua negara tersebut.
Hal ini terlihat jelas dari gencarnya KJRI Hamburg dalam melaksanakan berbagai kegiatan, baik di bidang ekonomi, sosial dan terutama bidang kebudayaan.
“Pelaksanaan pameran Batik dan Festival Gamelan se-Jerman yang diselenggarakan di Museum Völkerkunde Hamburg merupakan kegiatan yang sangat berarti sekaligus menunjukkan eksistensi kerjasama budaya antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Hamburg,” tutur Dr. Stapelfeldt.
Pesta diplomatik yang dilaksanakan dalam rangka peringatan HUT RI ke-67 tersebut, dihadiri sekitar 200 tamu undangan yang terdiri dari kalangan pemerintah, parlemen, Consular Corps, pengusaha, perwakilan Handelskammer (KADIN) di wilayah kerja, pengurus dan anggota Deutch-Indonesische Gesselschaft (DIG), akademisi, dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Resepsi yang berlangsung di bawah cuaca yang sangat cerah ini juga dimeriahkan oleh penampilan kelompok kesenian Masyarakat Nauli Indonesia (MNI) yang menampilkan khasanah tari, musik dan lagu tradisional dari Sumatera Utara.
Selain itu, alunan merdu musik Degung Sunda, perpaduan dekorasi nuansa Jawa – Bali, dan pemutaran slide-film mengenai objek wisata dari Sabang sampai Merauke membuat suasana menjadi semakin semarak dan indah.
Para tamu undangan terlihat sangat menikmati suasana dan hidangan kuliner nusantara yang disajikan. (Sumber: KJRI Hamburg/Ed.NS/PY)
|
|
|
|