Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Utama

RI Menilik Peluang Kerjasama Investasi dengan Bahrain

Kamis, 17 Mei 2012

Hubungan bilateral Indonesia-Bahrain dipandang terus meningkat. Salah satunya ditandai dengan peresmian pembukaan KBRI di Manama, Desember 2010. Namun demikian, kerjasama ekonomi yang telah dicapai kedua negara belum mencerminkan potensi yang dimiliki. Oleh karena itu, berbagai penjajakan kerjasama perlu terus dilakukan.
 
Dari berbagai sektor kerjasama di bidang ekonomi, pengembangan kemitraan perbankan dan keuangan syariah dipandang berpotensi dan berpeluang besar untuk digarap.
 
“Saat ini terus dijajaki untuk memaksimalkan salah satu potensi tersebut,” tutur Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Manama, Agus Salim kepada Portal Kemlu.
 
Dikatakan Agus, salah satu cara yang ditempuhnya untuk melihat peluang adalah dengan mempertemukan para pelaku usaha dari kedua negara. Dikemasnya pertemuan itu dalam Seminar dan Business Roundtable bertema “Indonesia – Bahrain: Exploring Smart Partnership in Islamic Banking and Finance” di Manama, 14-15 Mei 2012.
 
“KBRI Manama menggandeng Bank Sentral Bahrain, Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Bahrain Institute of Banking and Finance (BIBF) dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Bahrain untuk mengkaji upaya peningkatan kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Bahrain khususnya di bidang perbankan dan keuangan syariah,” jelasnya.
 
Forum pertemuan itu, lanjut Agus, mempertegas posisi Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan perbankan dan keuangan syariah yang tinggi dan memberikan peluang besar kerjasama dan investasi di kedua bidang tersebut.
 
“Indonesia dan Bahrain memiliki kesamaan dalam hal populasi penduduk yang mayoritas muslim.
Fakta ini merupakan salah satu potensi mengingat Bahrain juga menjadi salah satu pusat perbankan dan keuangan Islam di dunia. Selain itu, kedua negara juga memiliki kesamaan dalam pengembangan produk-produk perbankan dan keuangan syariah,” papar Agus memerinci kondisi yang kondusif bagi kerjasama kedua negara.
 
Para pelaku bisnis juga berhasil mengidentifikasi  sejumlah peluang kerjasama. Misalnya, pembiayaan proyek-proyek pembangunan dan industri di Indonesia melalui mekanisme pembelian sukuk.
 
“Para peserta sependapat forum ini sangat membantu para pengusaha di Bahrain untuk mengetahui secara langsung peluang-peluang dan keuntungan berinvestasi di Indonesia. Untuk itu, salah satu rekomendasi yang muncul adalah perlunya penyelenggaraan forum yang sejenis secara regular tiap tahunnya,” kata Agus.
 
Dicatatnya sejumlah pelaku usaha ternama yang ambil bagian dari kegiatan yang digalang KBRI itu. Diantaranya Dr. Subarjo Joyosumarto (Ketua LPPI), Dahlan Siamat (Direktur Pembiayaan Syariah), Ijlal Ahmed Alvi (CEO International Islamic Finance Market), dan Khairul Nizam (Wakil Sekjen Accounting and Auditing Organisation for Islamic Financial Institutions). Selain itu, Dr. Dhafer Ahmed Alumran, Direktur Bilateral Kemlu Bahrain dan Abdulrahman Albaker, Direktur Financial Institutions Supervision, Central Bank of Bahrain.
 
Agus menambahkan, di sela-sela pertemuan pada forum itu, pihaknya juga memfasilitasi kunjungan delegasi  Benchmark Pimpinan Cabang Bank Syariah Indonesia ke-10 ke beberapa  perusahan perbankan dan keuangan syariah di Bahrain, yaitu Kuwait Finance House, dan Al Salam Bank. (sumber: KBRI Manama/Yo2k)







AksesPPTM 2013Majalah QuAsDiplomasi Indonesia 2010Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. Natalegawa
ASEAN Selayang PandangLPSEPedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali Alatas
Ayo Kita Kenal ASEANPusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Proses dan Tata CaraMarket Info dan Info Pasar
MDGs ReviewPerpustakaan Hukum Kementerian Luar NegeriSekretariat Kabinet Museum Konferensi Asia AfrikaTDRMC
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan