Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Utama

Menlu RI: Indonesia Siap Jalin Hubungan Diplomatik dengan 21 negara PBB

Senin, 29 Nopember 2010

Pemerintah Indonesia berencana untuk membuka hubungan diplomatik dengan 21 negara anggota PBB, demikian ujar Menteri Luar Negeri RI, Dr. R.M. Marty M Natalegawa pada saat rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR, di gedung DPR-RI, hari ini (29/10). Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi I DPR, Mahfud Sidik dan dihadiri oleh sekitar 30 orang anggota Komisi I.

 “Dibukanya hubungan diplomatik ini akan mengutuhkan  hubungan diplomatik Indonesia dengan seluruh negara di dunia, kecuali Israel dan Cina Taipei yang mempunyai pengecualian khusus” jelas Menlu. Pembukaan hubungan ini juga merupakan inisiatif Indonesia untuk kepentingan ke depan khususnya sejalan dengan semboyan “ Thousand friends and Zero Enemies”.

Ke 21 negara tersebut  berada dalam enam wilayah yaitu:
  • Wilayah Pasifik (Nauru, Kiribati, Tuvalu)
  • Wilayah Asia (Bhutan)
  • Wilayah Afrika (Mauritania, Niger, Chad, Republik Afrika Tengah, Equatoral Guinea, Sao Tome and Principe, Malawi, Bostwana)
  • Wilayah Amerika Tengah (Belize, El Savador)
  • Wilayah Karibia (Haiti, Republik Dominika, Saint Kitts and Nevis, Antiqua and Barbuda, Barbados)
  • Wilayah Eropa (San Marino, Montenegro)

(peta rencana pembukaan hubungan diplomatik dengan 21 negara)

“Pembukaan hubungan ini sifatnya lebih kepada koreksi, karena seharusnya telah dilakukan sejak lama, mengingat hubungan dengan negara-negara tersebut telah berjalan tanpa halangan” papar Menlu. Menlu mengambil contoh negara Bhutan, yang merupakan satu-satunya negara di Asia dimana Indonesia belum memiliki hubungan diplomatik, walaupun tidak ada masalah di antara kedua pihak. “Hal ini dikhawatirkan dapat menimbulkan kesalahpahaman”jelas Menlu.

Nilai Strategis Pembukaan Hubungan Diplomatik

Pembukaan hubungan ini akan memiliki nilai strategis baik dari berbagai segi, dari segi politis, ekonomi, hubungan antar masyarakat maupun dari segi perlindungan WNI.

Untuk segi politis, pembukaan hubungan ini akan sangat memiliki nilai bagi kerjasama saling menguntungkan terutama di forum-forum internasional, serta untuk memperkuat dukungan internasional bagi NKRI.

Sementara, di bidang ekonomi,  pembukaan hubungan ini diharapkan dapat meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara dan memperluas pasar non-tradisional bagi ekspor Indonesia. Menlu menjelaskan selama ini hubungan perdagangan sejumlah negara ini dengan Indonesia ada yang dilakukan melewati pihak ketiga, “pembukaan ini diharapkan dapat membuat hubungan dagang kedua pihak dilakukan secara langsung” ujar nya.

Masing-masing negara juga memiliki kekhasan nilai strategis nya masing-masing seperti  San Marino yang dari segi geografis sangat kecil (± 61,2 km2) namun cukup signifikan dalam segi ekonomi, atau seperti Nauru , Tuvalu dan Kiribati yang sangat menaruh perhatian pada isu perubahan iklim dan di bidang perikanan.

Dari sisi Perlindungan WNI, walaupun tanpa hubungan diplomatik perlindungan WNI tetap berjalan,  pembukaan hubungan akan memaksimalkan usaha perlindungan WNI di wilayah tersebut. “WNI akan jauh lebih dihargai, dan akan terdapat payung perjanjian antara Indonesia dengan pemerintah setempat mengenai perlindungan untuk WNI, “ jelas Menlu.  Hal ini dirasa penting mengingat saat ini, keberadaan WNI telah ada di seluruh dunia.

Perwakilan Indonesia

Menanggapi pertanyaan Komisi I DPR-RI, Menlu RI menjelaskan bahwa pembukaan hubungan diplomatik suatu negara tidak serta merta membuka kantor perwakilan Indonesia di negara tersebut. “Masih terdapat banyak hal  yang harus dipertimbangkangkan terutama dari segi prioritas, efesiensi serta reprositas dari negara tersebut” imbuh nya. Menlu juga menjelaskan pembukaan hubungan diplomatik ini tidak akan mempunyai implikasi besar kepada anggaran Pemerintah RI dan masih dapat tercakup pada anggaran Kemlu.

Pembukaan hubungan diplomatik ini akan dilakukan baik melalui Memorandum of Understanding (MoU) atau Joint Communiqué  antara kedua negara. Setelah pembukaan hubungan diplomatik, negara tersebut  direncanakan akan dirangkap oleh perwakilan Indonesia terdekat atau pada perwakilan Indonesia di negara ketiga yang juga mempunyai perwakilan negara tersebut.  Kemenlu juga berencana menugaskan sejumlah Diplomat Senior Indonesia sebagai staf khusus untuk mengkaji dan menggali potensi kerjasama. (Sumber: Dit. Infomed/HO)

Galeri Foto " Klik Disini"







AksesInvitesPPTM 2013Majalah QuAsPengumuman Rekrutmen CPNS Kemlu Tahun Anggaran 2013
Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. NatalegawappidDiplomasi Indonesia 2013ASEAN Selayang PandangLPSE
Pedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali AlatasPeluangAyo Kita Kenal ASEAN
QuAs edisi 4BSBI 2014PusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Buletin Komunitas ASEAN
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan