Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Utama

Menlu RI pada Pembukaan Diklat Sekdilu Angkatan XXXV: SDM Diplomat Kunci Peningkatan Mesin Diplomasi

Jumat, 05 Maret 2010

Pembukaan Sekdilu Angkatan XXXV
Menteri Luar Negeri  DR. R. M. Marty M.Natalegawa menegaskan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) Diplomat merupakan kata kunci untuk mendorong kinerja mesin Diplomasi sehingga lebih pro aktif memperjuangkan kepentingan nasional khususnya dalam tantangan global dan cepatnya perubahan dunia. “Mesin Diplomasi harus beradaptasi lebih cepat, lebih tepat, cerdas dan terukur. Mesin Diplomasi harus bekerja lebih sigap,” tegas Menlu.
 
Hal tersebut dikemukakan Menlu RI dihadapan 148 calon Diplomat Indonesia pada saat meresmikan pembukaan Diklat Sekolah Pendidikan Dinas Luar Negeri (Sekdilu) angkatan ke-35, hari ini (5/03) di ruang Nusantara, Kemlu RI. Acara tersebut dihadiri oleh pejabat di lingkungan Kemlu, mantan duta besar RI dan para widyaiswara
 
Menlu mengharapkan para calon diplomat tersebut dan juga seluruh staf Kemlu termasuk dirinya sendiri dapat memiliki empat keterampilan sebagaimana diamanatkan Presiden RI yaitu menjadi lobbyist yang unggul, intelligence analyist yang baik, opportunity seeker/pencari peluang yang cerdas dan pembangun citra Indonesia. Dengan memiliki keterampilan tersebut, para diplomat dipercaya akan dapat mewakili Indonesia dengan baik di luar negeri.
 
Selain dari segi subststansi, karakter merupakan hal terpenting dari Diplomat Indonesia bagi Menlu RI. Diplomat harus mempunyai corporate culture yang professional, akuntabel, berdasarkan merit dan menjauhi tindakan tindak terpuji. “ Zero Tolerance terhadap bentuk pelanggaran dan penyalangunaan wewenang” imbuhnya.
Untuk mewujudkan hal ini Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kemlu memainkan peran yang sangat substansial demi mempersiapkan SDM Kemlu. 
 
Ke-148 calon diplomat tersebut dipilih melalui proses rekruitmen Kemlu dari 20.000 lebih pendaftar. Proses rekruitmen Kemlu telah mendapat pengakuan internasional melalui sertifikasi ISO 9001 sejak tahun 2008. Para calon diplomat tersebut akan ditempa dengan sistem penddikan yang komprehensif selama setahun untuk mengembangkan kemampuan analisa substantif, kemmpuan berbahasa asing, protokoler dan kesantunan perilaku.
 
Selain calon diplomat Indonesia, Sekdilu-35 juga diikuti oleh 3 diplomat muda Palestina pada 3 bulan pertama Diklat Sekdilu  (Maret -Mei 2010). Keikutsertaan diplomat Palestina ini merupakan wujud dari komitmen Indonesia untuk membantu pembangunan Palestina. (sumber: Pusdiklat Kemlu)
 






AksesInvitesPPTM 2013Majalah QuAsPengumuman Rekrutmen CPNS Kemlu Tahun Anggaran 2013
Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. NatalegawappidDiplomasi Indonesia 2013ASEAN Selayang PandangLPSE
Pedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali AlatasPeluangAyo Kita Kenal ASEAN
QuAs edisi 4BSBI 2014PusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Buletin Komunitas ASEAN
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan