Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Utama

Ekspose Kekayaan dan Keanekaragaman Budaya Indonesia melalui Sakai-ASEAN Week

Selasa, 15 September 2009

Selama satu minggu, masyarakat Jepang khususnya yang bermukim di kota Sakai Prefektur Osaka mendapat kesempatan untuk lebih mengenal Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya melalui acara Sakai ASEAN Week. Acara ini diselenggarakan oleh pemerintah kota Sakai sejak 7 hingga 13 September dengan menampilkan berbagai macam kegiatan seperti penampilan seni musik dan tari, peragaan busana tradisional, food fair, pameran foto, serta mengundang mahasiswa dan media massa dari negara-negara anggota ASEAN. Turut berpartisipasi dalam acara kali ini adalah negara-negara ASEAN yang sebagian besar memiliki perwakilan di sekitar Osaka yakni Filipina, Indonesia, Kamboja, Thailand, dan Vietnam.

Dua mahasiswa dari Universitas Nasional yang menjadi wakil dari Indonesia berkunjung ke sekolah-sekolah dan memperkenalkan budaya dan bahasa Indonesia serta mengikuti forum mahasiswa yang membahas isu mengenai hubungan Jepang-ASEAN. Sedangkan dari media massa, hadir perwakilan Trans 7 dan Republika yang meliput kegiatan ini. Tidak ketinggalan, si Unyil dari Trans 7 yang akan menampilkan episode khusus jalan-jalan ke Sakai dan sekitarnya.

Dalam acara pertunjukan seni dan budaya yang diadakan tanggal 12 dan 13 September, KJRI Osaka menampilkan gamelan dan tari Bali serta gamelan Jawa lengkap dengan pesinden Jepang yang telah lama menggeluti bidang ini. Penonton tampak sangat antusias melihat pertunjukan tari Bali serta menikmati sajian tersebut. Dalam kesempatan pertunjukan budaya ini, ditampilkan pula keanekaragaman busana tradisional Indonesia yang diperagakan oleh beberapa warga kota Sakai. Selain pertunjukan budaya, di tempat pelaksanaan acara ini, Garuda Indonesia juga membuka booth untuk memperkenalkan wisata ke Indonesia.

Untuk pameran foto yang diselenggarakan di gedung Walikota Sakai, KJRI Osaka menurunkan 12 foto peninggalan sejarah dunia yang dimiliki Indonesia. Sedangkan untuk acara food fair yang diadakan di salah satu pusat perbelanjaan di kota Sakai, dijual makanan seperti mie goreng, sate ayam, dan risoles. Masyarakat Jepang tampaknya cukup mengenal masakan Indonesia dan rela mengantri panjang di depan booth Indonesia untuk membeli makanan.

Selain acara Sakai ASEAN Week, bertepatan pada hari Minggu tanggal 13 September, diadakan pula acara rutin bulanan di pasar ikan pelabuhan tua kota Sakai. Di pasar ikan ini dijual makanan dan pernak-pernik dari Indonesia. Selain itu, ditampilkan pula tari Bali yang langsung menarik minat para pengunjung acara untuk menonton.

Acara Sakai ASEAN Week ini cukup integratif karena meliputi berbagai aspek mulai dari pengenalan budaya dan bahasa melalui wakil dari mahasiswa dan media massa, pertunjukan seni dan budaya, kuliner, serta keindahan negara melalui foto-foto peninggalan dunia yang dimiliki masing-masing negara. Melihat banyaknya pengunjung yang hadir pada acara Sakai ASEAN Week ini, diharapkan masyarakat Jepang, khususnya warga kota Sakai dan sekitarnya, dapat semakin tertarik untuk lebih mengenal dan berkunjung ke Indonesia. (Sumber: KJRI Osaka)

 







AksesInvitesPPTM 2013Majalah QuAsPengumuman Rekrutmen CPNS Kemlu Tahun Anggaran 2013
Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. NatalegawappidDiplomasi Indonesia 2013ASEAN Selayang PandangLPSE
Pedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali AlatasPeluangAyo Kita Kenal ASEAN
QuAs edisi 4BSBI 2014PusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Buletin Komunitas ASEAN
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan