Juru Bicara Deplu Yuri O. Thamrin menyampaikan hal tersebut dalam keterangan pers mingguannya di Ruang Palapa, Gedung Departemen Luar Negeri, Jalan Pejambon 6 Jakarta, Jumat, 16 September 2005.
Menurut Yuri Thamrin, kerjasama internasional diperlukan untuk pengamanan secara komprehensif di Selat Malaka. Namun kerjasama internasional tersebut bukan berarti dalam konteks penggelaran pasukan asing secara fisik, melainkan dalam konteks peningkatan kapasitas (capacity building).
Apabila kita berbicara tentang Selat Malaka, menurut Jubir, akan menyangkut beberapa hal, yaitu keselamatan pelayaran (safety of navigation), lingkungan hidup (marine environment), dan maritime security. Dengan melihat masalah Selat Malaka secara komprehensif, tentu ada isu-isu seperti keamanan terhadap aksi perompakan (piracy), perampokan bersenjata (arms robbery), masalah penyelundupan (smuggling)karena itu merupakan hal-hal yang riil.
“Dalam konteks capacity building inilah diharapkan adanya burden sharing dari negara-negara pengguna (main users) misalnya pengadaan kapal patroli, pertukaran informasi dan jenis-jenis kerjasama lainnya yang disepakati” tegas Jubir.