Perlindungan terhadap pengungsi menjadi salah satu tema utama dari ‘International Ministerial Conference on Refugees in the Muslim World’ yang diselenggerakan di Ashgabat, Turkmenistan 11-12 Mei 2012. Konperensi ini merupakan kerjasama antara Organisasi Kerjasama Islam (OKI), UNHCR dan Pemerintah Turkmenistan. Duta Besar RI untuk Iran merangkap Turkmenistan, Dian Wirengjurit telah hadir sebagai wakil pemerintah RI pada konperensi tersebut.
Dubes Dian Wirengjurit menyampaikan statement mengenai peran Indonesia sebagai bagian dari dunia muslim yang menaruh perhatian khusus terhadap isu pengungsi. Untuk mencari solusi atas masalah pengungsi, Indonesia antara lain telah mengeluarkan sejumlah regulasi yang sejalan dengan Konvensi internasional terkait isu pengungsi. Indonesia juga telah mengangkat isu ini ke tataran implementasi dengan penyelenggaraan Bali Process. Dubes RI menyebutkan bahwa inisiatif kerjasama regional tersebut adalah untuk mengatasi masalah trans-nasional antara lain people smuggling, trafficking in person di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya.
Para peserta konperensi terdiri dari sejumlah menteri, deputi menteri dan Duta Besar negara-negara anggota OKI, negara observer dan LSM. Pada pembukaan konperensi, peserta juga telah mendengarkan paparan dari Presiden Turkmenistan, Gurbanguly Berdimuhamedov, Sekjen OKI, Ekmeledin Ihsanoglu dan High Commissioner UNHCR, Antonio Guterres.
Konperensi ini telah menghasilkan Ashgabat Declaration yang berisi tentang komitmen negara-negara anggota OKI untuk mencari penyebab munculnya pengungsi dan mengatasi berbagai masalah yang ditimbulkannya. Dalam deklarasi juga disebutan tentang pentingnya kerjasama OKI dengan UNHCR untuk mengatasi masalah pengungsi di negara-negara muslim.
Sebanyak kurang lebih 17 juta orang pengungsi terdapat di berbagai negara anggota OKI yang juga menjadi perhatian dari UNHCR. Jumlah tersebut diluar pengungsi Palestina yang ditangani khusus oleh UNRWA (United Nations relief and Works Agency).
Disela-sela acara sidang, Dubes RI telah melakukan pertemuan dengan Pejabat Kemlu Turkmenistan urusan Asia Pasifik untuk membicarakan berbagai aspek dalam hubungan kedua negara antara lain melalui pembentukan forum pertemuan berkala antara pejabat kemlu, hubungan dagang dan peningkatan people-to-people contact.