Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Perwakilan

KJRI Dubai

Perancang busana Indonesia tembus pasar Dubai

14 Maret 2012

Pada 12 Maret 2012 Konsul Jenderal RI Dubai, Mansyur Pangeran, yang didampingi oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Dubai, Febie Mansyur, dan Pejabat Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KJRI Dubai memenuhi undangan menghadiri peresmian pembukaan butik eksklusif Sekolah Fashion Esmod Dubai di pusat perbelanjaan papan atas Dubai, Wafi Mall.

Butik seluas 762 meter persegi yang diberi nama “Esmod the Fashion Designers Incubator”, memajang dan menjual aneka pakaian dan aksesoris hasil rancangan dua belas lulusan terpilih sekolah fashion ini. Kedua belas perancang busana tersebut berasal dari berbagai bangsa, yaitu Perancis, Sri Lanka, Sudan, UAE (3 orang), Australia, India, Inggris, Rusia, dan Irak.

Hal yang membanggakan adalah salah satu dari dua belas perancang busana lulusan Esmod-Dubai yang mengisi butik eksklusif ini adalah warga Indonesia yang menetap di Dubai, Indriyani Muhammad. Indriyani juga merupakan salah satu pengajar kelas ketrampilan dan menjahit di Sekolah TKW KJRI Dubai yang diselenggarakan KJRI Dubai bekerja sama dengan DWP KJRI Dubai yang diperuntukkan bagi para TKW yang ada di penampungan sementara KJRI Dubai.

Menanggapi dipilihnya koleksi busana hasil rancangan ibu Indriyani mengisi butik ini, Konjen Mansyur menyatakan kebanggaannya bahwa perancang Indonesia mampu menembus pasar Dubai melalui keberadaan butik eksklusif Esmod Dubai. Hal ini juga membuktikan bahwa hasil karya anak bangsa telah dipercaya dan diakui mutunya dan mampu bersaing dengan para perancang busana lainnya dari berbagai bangsa.

Selain itu, Konjen Mansyur dan Febie Mansyur juga menyampaikan selamat secara langsung kepada ibu Indriyani yang juga disaksikan oleh Direktur yang sekaligus pendiri Esmod Dubai, Tamara Hostal. Konjen Mansyur juga menyatakan kekagumannya atas beragam busana hasil rancangan Indriyani yang memiliki nuansa Indonesia sangat kuat, tetapi tetap mempunyai sentuhan selera pasar internasional yang modern, chic dan stylish.

Indriyani menyatakan bahwa busana hasil rancangannya diilhami oleh pengalaman perjalanan ke berbagai daerah di tanah air dan luar negeri yang dituangkan ke dalam berbagai macam gaya busana. Pilihan kain yang dipakai serta motif yang ditampilkan memiliki nuansa ke-Indonesia-an yang kuat dengan menampilkan motif dan teknik batik di atas kain sutra, serta terdapat pula sentuhan gaya kimono Jepang.

Dinyatakan bahwa sebagian besar koleksinya yang diberi merek “Kemayu Dubai” memadukan hasil rancangan berbagai kain yang didapatnya dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Bandung dan Yogyakarta, yang kemudian proses penggarapannya dilakukan di Dubai. Untuk proyek awal butik Esmod Dubai ini penggarapan dilakukan selama sekitar 6 bulan.

Ditambahkannya bahwa koleksi busananya ini merupakan koleksi siap pakai untuk segala keperluan, khususnya busana yang dapat dipakai untuk berbagai acara di pagi hingga sore hari.

Lebih lanjut Indriyani menyatakan rasa gembiranya terpilih menjadi salah satu dari duabelas perancang busana lulusan Esmod Dubai yang dipercaya mengisi butik ini. Ia juga menyatakan terima kasihnya atas upaya Esmod Dubai dalam memfasilitasi akses pasar untuk memulai bisnis kepada para alumni yang dipilih karena potensi yang dimiliki masing-masing.

Indriyani juga menyatakan bahwa hal ini merupakan awal yang baik untuk memperkenalkan hasil kreasinya kepada publik Dubai yang sangat beragam latar belakang budaya dan kebangsaannya. Selain itu, ia juga tidak merasa tersaingi dengan kesebelas perancang busana lainnya yang juga memajang hasil rancangan mereka di butik ini, karena masing-masing perancang memiliki keunikan gayanya masing-masing dan pangsa pasarnya tersendiri. Indriyani juga menyatakan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan KJRI Dubai, melalui staf yang telah membantu penerjemahan bahasa Arab dalam proses penggarapan proyek untuk butik ini .

Indriyani mengenyam pendidikan di Esmod Dubai selama satu tahun, di tahun 2009-2010. Saat ini ia juga secara rutin menjadi tenaga pengajar session branding di Esmod Dubai dan setiap hari Sabtu siang mengajar kelas kterampilan dan menjahit di Sekolah TKW KJRI Dubai.

Dalam kesempatan ini, Tamara juga menyampaikan tujuan Esmod Dubai membuka butik eksklusif ini, dimana ia menyatakan bahwa pembukaan butik ini merupakan salah satu wujud tanggung jawab sosial Esmod Dubai untuk memberikan hasil nyata kepada para alumninya. Hal ini didasari pula adanya rasa tanggung jawab pihak Esmod Dubai kepada para orang tua yang mempercayakan putra-putri mereka untuk mengikuti pendidikan di Esmod Dubai dalam mengembangkan kemampuan terbaik di bidang fashion.

Oleh karena itu, melalui butik ini pihak Esmod Dubai ingin menyediakan alternatif akses pasar bagi pengembangan karir mereka selanjutnya serta memberikan pengaruh positif terhadap industri fashion di Dubai serta kawasan Timur Tengah melalui produk-produk busana dan aksesoris berkualitas yang dihasilkan oleh para almuni pilihan Esmod Dubai.

Tamara menambahkan bahwa sesuai namanya, “Esmod the Fashion Designers Incubator”, keberadaan butik ini diharapkan dapat menjadi platform yang ideal bagi para alumni Esmod Dubai yang dipilih untuk memulai bisnis fashion yang diharapkan akan sukses di kemudian hari.

Esmod Dubai yang didirikan di bulan Oktober 2006 merupakan salah satu cabang lembaga pendidikan fashion Perancis, Esmod International, yang telah ada sejak 170 tahun lalu dan saat ini telah memiliki cabang di 20 negara. Esmod Dubai didedikasikan sepenuhnya untuk pelatihan kejuruan dan memenuhi tuntutan perkembangan pesat industri fashion di kawasan Timur Tengah.

Esmod International didirikan di Paris pada tahun 1841 oleh penjahit Perancis yang sekaligus merupakan salah satu penemu dan inovator dalam dunia fashion modern, Alexis Lavigne. Sebagai sekolah tertua dan paling menonjol terkait dengan pendidikan fashion, Esmod telah mencetak banyak perancang busana profesional maupun pekerja industri fashion yang bekerja untuk rumah mode internasional ternama maupun mengusung namanya sendiri di berbagai negara.








AksesInvitesPPTM 2013Majalah QuAsPengumuman Rekrutmen CPNS Kemlu Tahun Anggaran 2013
Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. NatalegawappidDiplomasi Indonesia 2013ASEAN Selayang PandangLPSE
Pedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali AlatasPeluangAyo Kita Kenal ASEAN
QuAs edisi 4BSBI 2014PusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Proses dan Tata Cara
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan