Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Perwakilan

KBRI Moskow

Giliran Busana Muslim Sutra Bugis Melambai di Moskow

31 Mei 2011

Sutra Bugis yang dikenal dengan warnanya yang cerah menutup pameran produk halal di Moskow (28/05) yang telah berlangsung tiga hari. Dibandingkan dengan pakaian busana muslimah dari negara lain, bisa dibilang racikan Toto Supangat ini relatif berada di atas angin.

Beberapa perancang busana muslim dari Iran, Kirgistan, Rusia dan Indonesia mengisi puncak acara Second Moscow International Halal Expo yang dihelat oleh Kantor Dewan Mufti Rusia. Bertempat di Crocus Centre, tempat pameran paling bergensi di ibukota Rusia itu, mereka memperagakan busana muslim paling anyar.

Meski banyak yang mengacungi jempol, Toto Supangat yang sudah beberapa kali datang ke Rusia ini kelihatannya belum mengoptimalkan potensinya. Ia kelihatan hanya memadukan beberapa warna bunga di musim semi sebagai inspirasi hasil karyanya.  Ungu, kuning, biru dan hitam seolah mewakili warna tulip yang memang sedang bermekaran di pinggir jalan.

Jujur saja, greget dari tampilan gaun yang diolah dari sutra bugis ini terlihat cerah meskipun tidak terlalu elegan. Walaupun begitu, apa yang ditampilkan kali ini sudah membuat para pesaingnya bisa dibilang turun tahta. Bagaimana tidak, bagi kebanyakan perancang busana muslim yang datang di pameran tersebut, usungan Toto memberikan kesan sesuatu yang baru sama sekali. Apalagi alunan musik pengiringnya berupa tautan gendang dan tetabuhan lain yang bernuasa etnis, bukan sekedar selawatan yang sudah banya didengar.

Bandingkan dengan perancang dari Rusia yang mengusung warna-warna gelap dan motif datar. Atau dari Kirgistan yang cenderung memamerkan pakaian yang tidak ada bedanya dengan pakaian harian wanita muslimah di Rusia. Yang lumayan, designer dari Iran yang cukup cantik memainkan unsur entis walau kurang tanggap terhadap kemeriahan musim panas yang segera datang.

Disamping memamerkan bahan dasar sutra Bugis, Toto juga mengusung paduan batik pesisiran yang dipadu dengan kain polos. “Saya yakin unsur etnis Indonesia mampu menjawab tantangan perubahan musim di Rusia,” ujarnya.

Di tempat lain, pentas seni bernuansa Bugis dan Makasar dihelat di salah satu mall terbesar di Moskow, Vegas. Pada 29 Mei 2011 misalnya, sebanyak 13 anak SD dari Sekolah Indonesia Moskow menampilkan tarian rancak Gandrang Bulo. Bahkan 10 penari dibawah asuhan Abdi Basith yang didatangkan KBRI Moskow memperagakan beberapa tarian khas daerah Sulsel dengan iringan tabuhan gendang yang bertalu-talu.

“Saya tidak mau banyak berkomentar. Yang saya tahu dan saya lihat, setiap kali penampilan, semua penonton dan hadirin memberikan tepuk tangan yang meriah. Itulah yang saya maknai sebagai sebuah apresiasi dan kesepakatan batin mereka atas tingginya seni bangsa Indonesia,” ujar Hamid Awaludin, Dubes RI di Moskow.







AksesInvitesPPTM 2013Majalah QuAsPengumuman Rekrutmen CPNS Kemlu Tahun Anggaran 2013
Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. NatalegawappidDiplomasi Indonesia 2013ASEAN Selayang PandangLPSE
Pedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali AlatasPeluangAyo Kita Kenal ASEAN
QuAs edisi 4BSBI 2014PusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Buletin Komunitas ASEAN
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan