Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Perwakilan

KJRI Hamburg

Pesona Batik di KJRI Hamburg

01 Juni 2013

KJRI Hamburg untuk ke-empat kalinya menggelar promosi batik yang dikemas selama 2 jam dalam bentuk presentasi, demo dan peragaan busana batik, Rabu (29/05). Kegiatan dilaksanakan melalui kerjasama dengan International Women’s Club Hamburg (IWCH) dengan menampilkan narasumber yaitu Ibu Annegrett Haake seorang wanita berkebangsaan Jerman berusia 80 tahun, pecinta dan ahli batik Jawa kuno. Kegiatan dihadiri sekitar 60 orang terdiri dari pengurus dan anggota IWCH, spouse dari sejumlah perwakilan asing di Hamburg, Ketua Friends of Indonesia / DIG Hamburg serta pengurus DWP Hamburg.

President IWCH, Mrs. Kim Riedel dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada KJRI Hamburg yang untuk kedua kalinya telah mengundang IWCH dalam kegiatan promosi budaya guna lebih mengenal Indonesia secara dekat. Disampaikan bahwa IWCH memandang KJRI Hamburg sebagai mitra terdekat dari organisasi yang dipimpinnya seraya mengharapkan agar kerjasama yang telah terjalin dapat semakin ditingkatkan dalam waktu kedepan.

Konjen RI Hamburg, Ibu Marina Estella Anwar Bey dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ditujukan untuk lebih memperkenalkan “Batik” sebagai salah satu warisan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional. Disampaikan pula bahwa sejak mendapatkan pengakuan sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity dari UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009, batik semakin bergaung di dalam dan di luar negeri, dan berbagai upaya untuk lebih menduniakan batik terus dilakukan termasuk oleh KJRI Hamburg.

Dalam presentasinya, Ibu Haake dengan semangat menjelaskan mengenai batik secara menyeluruh, mulai dari asal kata batik, cara membuat batik dan makna dari setiap gambar batik yang erat terkait dengan kehidupan masyarakat Jawa sehari-hari, mulai dari rakyat biasa sampai kerajaan. Dijelaskan untuk membuat sehelai kain batik, khususnya batik tulis diperlukan waktu yang tidak singkat. Butuh ketekunan dan kesabaran untuk menyelesaikan selembar kain batik. Cara lain membuat batik adalah dengan menggunakan cap. Namun sangat disayangkan saat ini banyak beredar motif batik yang dilakukan dengan mesin/printing yang kebanyakan di produksi di Cina dan Malaysia dan kemudian di ekspor ke Indonesia. Secara tegas Ibu Haake menyampaikan bahwa design batik yang dilakukan secara printing tersebut tidak dapat dikatakan sebagai batik yang sebenarnya. Produk printing sama seperti produk tekstil lain yang dijual di Eropa. Dalam akhir presentasinya, Ibu Haake kembali menekankan ketetapan UNESCO bahwa batik adalah milik Indonesia, warisan berharga dari leluhur Indonesia.

Acara berlangsung cukup menarik karena dilakukan dalam suasana santai. Seluruh tamu mengikuti secara seksama presentasi yang disampaikan, terutama pada saat melakukan praktek (workshop) pembuatan batik. Dengan antusias mereka mencermati setiap tahapan yang harus dilakukan untuk menghasilkan corak batik yang diinginkan sambil menikmati jajanan pasar kuliner Indonesia.

Sebagai pemanis acara, ditampilkan peragaan busana oleh anak-anak yang bertujuan untuk memperkenalkan kepada hadirin bahwa batik bukan saja dipakai untuk orang dewasa, namun bisa juga dipakai mulai dari usia balita. Selain itu, para undangan diperlihatkan kain batik koleksi Ibu Haake yang dipajang di beberapa sudut ruangan dan mendapat doorprize untuk yang dapat menebak pertanyaan seputar batik. Seluruh undangan yang hadir menyampaikan kekagumannya atas keindahan corak dan kualitas batik Indonesia dan sangat mengapresiasi kegiatan KJRI yang dinilai telah menambah pengetahuan mereka mengenai budaya Indonesia. (
Sumber : KJRI Hamburg)







AksesInvitesPPTM 2013Majalah QuAsPengumuman Rekrutmen CPNS Kemlu Tahun Anggaran 2013
Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. NatalegawappidDiplomasi Indonesia 2013ASEAN Selayang PandangLPSE
Pedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali AlatasPeluangAyo Kita Kenal ASEAN
QuAs edisi 4BSBI 2014PusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Buletin Komunitas ASEAN
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan