Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Perwakilan

KBRI Beijing

KBRI Beijing Selenggarakan Workshop Kerjasama Pendidikan Vokasi Indonesia-Tiongkok di ASEAN-China Center Beijing

28 Mei 2013

KBRI Beijing bekerjasama dengan ASEAN-China Center (ACC) telah melaksanakan acara bertajuk ‘Indonesia-China Partnership Workshop on Vacational Education Cooperation’ bertempat di ruang pertemuan ACC di Beijing (28/05).

Hadir pada acara tersebut pimpinan enam perguruan tinggi dari Indonesia yaitu dari Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Harapan Bersama Tegal, STMIK Bani Saleh Bekasi, Politeknik TEDC Bandung, SMK-SMTI Pontianak, dan STMIK IKMI Cirebon.

Sementara itu hadir pula peserta dari 36 perguruan tinggi dan institusi vokasi di Tiongkok yaitu Beijing Information Technology College, Beijing Politics and Law College, Tianjin Municipal Education Commission, Tianjin University of Technology and Education, Tianjin Polytechnic University, Tianjin Engineering Technical Institute, Tianjin Maritime College, Tianjin Electronic Information Vocational Technology, Tianjin Light Industry Vocational Technical College, Tianjin College of Commerce, Tianjin Preparatory College for International Student, Tianjin Sino-German Vocational Technical College, University of Electronic Science and Technology of China, Chengdu Textile College, Chengdu Aeronautic Vocational and Technical College, Sichuan Information Technology College, Nanjing College of Information Technology, Jiangsu Jianzu Institute, Jiangsu Institute of Economic and Trade Technology, Jiangsu Agri-Animal Husbandry Vocational College, Nanjing Institute of Industry Technology, Nanjing University of Arts, Yangzhou Institute of Technology, Changzhou University, Changzhou Textile Garment Institute, Changzhou College of Information Technology, Guilin Institute of Tourism, Yellow River Conservancy Technical Institute, Changde Vocational Technical College, Shijiazhuang Information Engineering Vocational College, Tangshan Industrial Vocational Technical College, Jinan Vocational College, Shandong Polytechnic, Jinan Engineering Vocational Technical College, Jining Polytechnic, Weifang Vocational College, Zibo Vocational Institute, Shandong Vocational College of Science and Technology, Binzhou Polytechnic dan Yalong Science and Technology.

Acara diawali dengan sambutan Director of Education Culture and Tourism Section ASEAN-China Center, Tri Purnajaya, yang mengucapkan selamat datang kepada para peserta dari Indonesia dan Tiongkok dan menyampaikan apresiasi atas prakarsa KBRI Beijing untuk mendorong kerjasama antar perguruan tinggi vokasi Indonesia dan Tiongkok.
Secretary General  ASEAN China Center, Ma Mingqiang yang menyampaikan sambutan berikutnya, memaparkan bahwa acara seperti ini telah mempererat hubungan antara kedua bangsa melalui pendidikan dan membuka lebar pintu kerjasama yang lebih luas antara perguruan tinggi kedua negara, dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang vokasi, sehingga nantinya para lulusan vokasi kedua negara akan siap bertarung di pasar kerja global.
Menurut Sekjen ACC, kerjasama pendidikan vokasi antara kedua bangsa dapat turut memberi sumbangsih bagi tercapainya kemakmuran di kawasan Asia, karena kualitas tenaga kerja kedua bangsa akan relatif setara melalui kerjasama teknik, riset, pertukaran akademisi, transfer teknologi dan pertukaran mahasiswa.
Sementara itu Duta Besar RI, Imron Cotan dalam sambutan kuncinya menyatakan terima kasih atas inisiatif ACC yang bekerjasama dengan KBRI Beijing menyelenggarakan acara tersebut.

Workshop serupa yang pernah diselenggarakan sebelumnya di Jakarta pada tanggal 27 Maret 2013 lalu, telah sukses membuka pintu kerjasama yang luas antara perguruan tinggi vokasi Indonesia dan Tiongkok dan sekarang terbukti ditindaklanjuti dengan penyelenggaraan workshop di Beijing yang diikuti oleh 100 peserta dari 43 perguruan tinggi vokasi kedua negara.
Duta Besar RI menyampaikan bahwa pendidikan vokasi akan memberikan bekal keterampilan khusus kepada lulusannya untuk siap masuk ke pasar kerja atau menciptakan lapangan kerja baru.

Karena itu kesalahan mendasar yang pernah dibuat bangsa Indonesia dulu dengan memandang sebelah mata keberadaan pendidikan vokasi harus menjadi pelajaran berharga dan tidak boleh terulang lagi.

Pemerintah Indonesia telah menyadari hal ini dengan membangun sekolah menengah vokasi sejak tahun 2009 yang diharapkan pada tahun 2015 rasio jumlah SMK dan SMA adalah 2:1.

Kebijakan tersebut didudukung dengan disahkannya UU No. 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi yang salah satunya memberikan landasan hukum yang kuat bagi pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.

Dubes RI juga mengharapkan agar para peserta dari Indonesia dapat belajar bukan hanya dari sukses Tiongkok membangun ekonominya tetapi juga mempelajari mengenai kesalahan yang penah dilakukannya dalam proses pembangunan ekonominya ketika Tiongkok tidak mengindahkan dampak pembangunan pada lingkungan dan hanya mengedepankan pertumbuhan ekonomi, sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan, sebagaimana pernah dikemukakan oleh Presiden RRT, Xi Jinping beberapa waktu yang lalu.

Indonesia harus belajar dari pengalaman Tiongkok tersebut, agar Indonesia tidak mengulangi kesalahan yang sama dalam melaksanakan pembangunan ekonominya.
Acara berlanjut dengan  foto bersama para peserta Workshop dengan Dubes RI,  Sekretaris Jenderal ACC serta sesi parallel yang dipandu oleh Wang Daoyu, Deputy Director ACC for Education. Pada kesempatan tersebut Direktur Wang menyampaikan pandangannya bahwa ACC memiliki misi untuk memajukan kerjasama antara negara negara ASEAN dengan China, karena itu kegiatan workshop yang diprakarsai oleh KBRI Beijing ini memperoleh dukungan penuh ACC yang dapat dimanfaatkan sebagai wadah dialog antar pimpinan perguruan tinggi.

Dengan demikian kesempatan dan peluang kerjasama di bidang pendidikan vokasi antara Indonesia Tiongkok menjadi terbentang luas dan saling menguntungkan, serta pada gilirannya dapat mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi kedua negara.
Sementara itu Atase Pendidikan KBRI Beijing memaparankan maksud dan tujuan diselenggarakan workshop kerjasama pendidikan vokasi antara Indonesia dan Tiongkok dengan menitik-beratkan pada perlunya kerjasama atas dasar saling menguntungkan untuk menyiapkan tenaga terampil yang siap masuk dunia kerja.

Upaya merintis kerjasama vokasi telah dilakukan pada bulan Oktober  2011 dengan kunjungan 6 orang kepala SMK ke Provinsi Jiangsu yang dilanjutkan MOU antara SMK dengan Vocational Middle School di Provinsi Jiangsu. Pada bulan Juli 2012 sejumlah siswa SMK  melakukan magang di sentra industri provinsi Jiangsu, serta kunjungan 18 kepala sekolah SMK ke Shenzhen, Shanghai, dan Beijing untuk menjalin kontak kerjasama di bidang pendidikan automotif, tata busana dan kecantikan, pariwisata, tata boga serta industri.

Terakhir pada bulan Maret 2013, diselenggarakan workshop kemitraan pendidikan vokasi di Jakarta yang diikuti oleh delegasi 12 orang pimpinan perguruan tinggi vokasi dari Tiongkok.
Acara workshop dilanjutkan dengan penyampaian paparan masing masing delegasi dari Indonesia tentang perguruan tinggi yang diwakili untuk memberi informasi singkat kepada peserta workshop dari Tiongkok dan diakhiri dengan penandatanganan 29 MoU antara peserta workshop Indonesia dan Tiongkok.






AksesInvitesPPTM 2013Majalah QuAsPengumuman Rekrutmen CPNS Kemlu Tahun Anggaran 2013
Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. NatalegawappidDiplomasi Indonesia 2013ASEAN Selayang PandangLPSE
Pedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali AlatasPeluangAyo Kita Kenal ASEAN
QuAs edisi 4BSBI 2014PusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Buletin Komunitas ASEAN
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan