Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Perwakilan

PTRI Asean

Peranan CSO menuju Pembentukan ASEAN yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat

07 Maret 2013

Peranan CSO menuju Pembentukan ASEAN yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat
Wakil Tetap RI untuk ASEAN, Ngurah Swajaya telah berpartisipasi pada Meeting on the Follow-up of the ASEAN People's Forum, 5-03-2013 di Hotel Akmani, Jakarta dan dihadiri perwakilan CSO dari negara-negara anggota ASEAN.  Pertemuan yang dipimpin oleh Rafendi Djamin, perwakilan Indonesia pada ASEAN Inter-governmental Commission on Human Rights (AICHR), bertujuan untuk menjajaki potensi kerjasama antara Civil Society Organizations (CSO) dan ASEAN.   
Dalam pemaparan Ngurah Swajaya disampaikan bahwa semangat pendirian ASEAN memang difokuskan pada rakyat. Hal ini dapat ditelusuri melalui kalimat pertama dalam Piagam ASEAN yang dimulai dengan kata; 'we, the people'. Lebih riil lagi, ASEAN telah memulai engagement dengan berbagai lapisan komunitas ASEAN, baik di tingkat Leaders maupun di tingkat lainnya. Ditambahkan Ngurah Swajaya bahwa ASEAN selalu terbuka untuk kerja sama dengan berbagai entitas yang terdapat di kawasan, termasuk CSO.
Menanggapi pertanyaan mengenai potensi dukungan ASEAN terhadap CSO serta bagaimana cara memulai interaksi dengan ASEAN, Ngurah Swajaya menyampaikan bahwa ASEAN saat ini memiliki berbagai mekanisme dukungan baik berbentuk finansial maupun sharing of knowledge. Untuk memulai interaksi dengan ASEAN, ada baiknya LSM mempelajari sistem dan proses yang terdapat di ASEAN. Hal ini digarisbawahi Watapri ASEAN bukan bertujuan untuk membatasi interaksi, namun untuk menjaga agar komunikasi dan koordinasi yang terjadi bisa lebih bermanfaat dan konstruktif.
Ngurah Swajaya memberikan apresiasi terhadap pertemuan karena telah memulai proses mainstreaming sehingga dapat dianalisa berbagai isu yang memang menjadi prioritas dan kepentingan bersama di ASEAN. Hal ini menjadi dasar yang baik untuk interaksi dan pada prosesnya dapat berkonsultasi dengan AICHR.
APF merupakan suatu kegiatan tahunan yang mengundang perwakilan CSO dari seluruh negara anggota ASEAN. Hasil perundingan APF dijadikan bahan dasar untuk ASEAN Leaders Meeting with CSOs.  ASEAN juga telah mengadopsi Guidelines on Accreditation of Civil Society Organizations untuk menguatkan modalitas interaksi antara CSO dalam mekanisme ASEAN. Pada KTT ke-21 ASEAN yang lalu juga telah diadopsi ASEAN Human Rights Declaration sebagai instrumen perlindungan HAM di ASEAN. (Sumber : PTRI ASEAN. NS/RYW)​






AksesInvitesPPTM 2013Majalah QuAsPengumuman Rekrutmen CPNS Kemlu Tahun Anggaran 2013
Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. NatalegawappidDiplomasi Indonesia 2013ASEAN Selayang PandangLPSE
Pedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali AlatasPeluangAyo Kita Kenal ASEAN
QuAs edisi 4BSBI 2014PusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Buletin Komunitas ASEAN
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan