Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Perwakilan

KBRI Lima

Berbagi Cerita tentang Demokrasi ´ala´ Indonesia di Peru

22 Oktober 2012

Demokrasi di Indonesia

Apa hasilnya jika para pemerhati dan pendukung demokrasi di Indonesia dipertemukan dengan para akademisi Peru dan berdiskusi mengenai demokrasi ? Hasilnya adalah pertukaran ide yang menarik dan dinamis. Hal ini dibuktikan pada acara diskusi bertemakan La Democracia en Indonesia, yang diadakan di KBRI Lima pada tanggal 16 Oktober yang lalu. 

Delapan orang delegasi Indonesia yang menghadiri the 7th Assembly World Movement Democracy yang dilaksanakan di Lima, pada tanggal 14-17 Oktober, telah berbagi pengalaman dengan para akademisi dan mahasiswa Peru. Dengan dipandu oleh Bapak Bambang Harymurti (CEO Tempo International Media) sebagai moderator, dua sesi diskusi berjalan lancar dan hidup.

Pada sesi pertama, tiga orang panelis, yakni Yenni Suryaningati (Aliansi Masyarakat Sipil untuk Demokrasi), Siti Maimunah (Jatam) dan Steve Harison, (Founder & CEO Indonesian Youth Movement for Sport & Healthy Lifestyles) memaparkan mengenai demokrasi di Indonesia dari bidang masing-masing. Roni Febrianto (Federasi Pekerja Metal Indonesia) juga tidak ketinggalan untuk mengemukakan pendapatnya mengenai demokrasi menurut bidangnya.

Yenni Suryaniangati menyampaikan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh Indonesia seperti berdirinya badan yang mengawasi pelaksanaan tugas pemerintah seperti Parliamentary Watch dan Komisi Pemberantasan Korupsi. Di sisi lain, Siti Maimunah menyampaikan gambaran industri pertambangan Indonesia dan tantangan yang dihadapi. Sdr. Steve Harison membawakan presentasi mengenai arti demokrasi di kalangan pemuda.

Sesi kedua bertemakan Hak Asasi Manusia dan Kaitannya dengan politik Luar Negeri Indonesia. Hadir sebagai panelis adalah Rafendi Djamin dan Yuyun Wahyuningrum (Human Rights Working Group) dan Prof. Dr. M. Syafi'i Anwar (the International Center for Islam and Pluralism-ICIP).

Rafendi Djamin dan Yuyun Wahyuningrum membahas mengenai penerapan HAM di Indonesia dan inisiatif yang diperjuangkan oleh Indonesia di fora internasional. Prof. Dr. M. Syafi'i Anwar membahas mengenai isu pluralisme dan isu radikalisme beragama di Indonesia.

Mayoritas peserta diskusi menyambut baik pelaksanaaan acara tersebut dan berpendapat bahwa pemaparan mengenai situasi demokrasi memberikan pemahaman baru mengenai Indonesia. Dalam sesi tanya jawab, terungkap ketertarikan para peserta mengenai penanganan isu lingkungan hidup dan posisi Indonesia dalam upaya promosi nilai-nilai HAM di ASEAN. 

Melalui acara diskusi dimaksud, KBRI Lima berupaya untuk menyebarluaskan informasi tentang kemajuan yang dicapai oleh Indonesia di bidang demokrasi dan memberikan ruang untuk  bertukar pengalaman antara para akademisi dan cendikawan Indonesia dengan pihak-pihak yang menunjukkan minat yang sama di Peru.







AksesInvitesPPTM 2013Majalah QuAsPengumuman Rekrutmen CPNS Kemlu Tahun Anggaran 2013
Pidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. NatalegawappidDiplomasi Indonesia 2013ASEAN Selayang PandangLPSE
Pedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh PemdaPerpustakaan Ali AlatasPeluangAyo Kita Kenal ASEAN
QuAs edisi 4BSBI 2014PusdiklatStrategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017Buletin Komunitas ASEAN
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan